Pengalaman Lucu Gus Baha Saat Umrah Ketemu Orang Jogja di Depan Ka’bah

Gus Baha

KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dalam suatu majelis pengajian kitab bersama para santri menceritakan kisah-kisah lucu jamaah haji dan umrah asal Indonesia ketika sedang di Tanah Suci.

Berikut keterangan dari Gus Baha:

Saya pernah mengalami kisah nyata pada tahun 2009 umrah ketemu orang Gunung Kidul Yogyakarta di depan Ka’bah.

Waktu itu dia gapruk’i (memukul) dinding Ka’bah sambil berkata, “Bah… Ka’bah, mulai cilik aku shalat madep kuwe kok lagi ketemu saiki… (Bah Ka’bah, dari kecil aku shalat menghadap kamu kok baru bertemu sekarang).”

Hehehe.. Ini doa apa.. Hehehe

Saat mendengar itu saya awalnya masih pikiran husnudhon, “Barangkali dia dapat ijazah doa khusus dari kiainya.”

Mungkin Ka’bahnya juga bingung, “Ini doa apa..” Hehehe

Baca juga :  Istri Gus Baha, Putri Kiai Pesantren Sidogiri
Baca juga :  Gus Baha Pertama Kali Kalah Debat dengan Santri

Haduh… Akhirnya, saya tertarik dan tidak sempat berdoa karena lucu (mendengar perkataan orang itu).

Kalau melihat peristiwa itu, dia tidak pantas masuk neraka sebab kangen Ka’bah sampai begitu, seperti kangen bertemu anak dan saudara.

Misalnya, orang begitu terus kita memberitahu, “Mbah, sampean wajib bayar Dam, sebab kiswah itu diminyaki.”
Pasti dia bertanya, “Wong kangen megang kok nggak boleh.”

Malah ribet kan…

Muthowwif (pembimbing umrah) kadang bertanya, “Gus, ini bayar Dam apa tidak?”

“Tidak usah, aku saja yang matur (menyampaikan) ke Allah.”

Menghadapi ahli fikih ribet, mending matur ke Allah supaya dimaklumi. Lha bagaimana, wong menghadapi orang-orang begitu (awam).

“Ya Allah, misalnya hukum-hukum yang ketat biarlah untuk yang pernah ngaji. Untuk (kasus) yang satu ini pokoknya khusus Engkau maklumi.”

Simak sumber video pengajian ini, klik >>Gus Baha – Umrah Lucu

Baca juga :  5 Quotes Gus Baha tentang Jodoh
Baca juga :  10 Quotes Gus Baha tentang Istri
Baca juga :  8 Quotes Gus Baha tentang Cinta
Baca juga :  10 Quotes Gus Baha tentang Hidup Bahagia
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *