Pengertian Iman Secara Bahasa dan Istilah

Istilah iman merupakan kata yang sering kita dengar dari para pendakwah, peneliti dan masyarakat. Karena urusan iman berkaitan dengan keyakinan dan keyakinan tidak bisa ditawar-tawar. Oleh karena itu, sangat penting sekali kiranya membahas pengertian iman secara bahasa dan istilah.

Iman termasuk dalam tiga fondasi dasar umat Islam. Sedangkan dua lainnya adalah Islam dan ihsan. Sebelum membahas lebih lanjut tentang pembagian iman sebagaimana yang masyhur kita ketahui, alangkah lebih baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian iman secara bahasa dan istilah.

1. Menurut Ibnu Hajar Al-Haitami

Dalam karyanya yang berjudul, Fathul Mubin bi Syarhi al-Arba’in mendefinisikan iman secara bahasa adalah mengucapkan pembenaran. Sedangkan secara syara’, iman adalah pembenaran di hati saja. Artinya, menerima dan tunduknya seorang mukmin kepada ajaran mendesak (harus) diketahui dari agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

2. Menurut Syekh Ibrohim Al-Laqqoni

Dalam kitab syarah jauharo al-tauhid, Syekh Ibrohim menerangkan bahwa iman secara bahasa adalah pembenaran. Kemudian Syekh Ibrohim menukil sebuah ayat dalam al-Qur’an yang berbunyi :

وَمَا أَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَنَا وَلَوْ كُنَّا صَادِقِينَ

Artinya : Dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar (QS. Yusuf : 17).

Baca juga :  Pengertian Iman kepada Allah Beserta Dalilnya

Sedangkan secara syara’, iman adalah membenarkan dengan seluruh ajaran yang datang dari Nabi Muhammad SAW. berupa apa-apa yang diketahui dari agama secara darurat (pasti/harus), baik secara global dalam perkara universal dan secara terperinci dalam perkara partikular.

Pengertian Iman Secara Bahasa dan Istilah

3. Menurut Dr. KH. Moh. Romzi Al-Amiri Mannan

Sosok kiai yang pernah menjabat sebagai Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid ini menerangkan dalam karyanya yang berjudul, ats-tsamrotu al-yani’ah. Pada halaman 39, Kiai Romzi menjelaskan bahwa iman secara bahasa adalah pengakuan, pembenaran dan perbuatan. Maksudnya, pengakuan dengan lisan, pembenaran dengan fikiran serta perbuatan dengan melaksanakan rukun-rukunnya.

Hal ini merupakan penjelasan dari sya’ir yang Kiai Romzi sebagaimana berikut :

فِى اللُّغَةِ الْإِيْمَانِ كَالْإِقْرَارِ #       فَالتَّصْدِيْقُ بِألْأْخْيَارِ

Artinya : secara bahasa, iman itu seperti pengakuan kemudian pembenaran dengan khabar (hadits).

Sedangkan secara istilah, iman adalah pembenaran dengan apapun yang datang dari Nabi Muhammad SAW. berupa ajaran yang diketahui dari agama secara pasti.

4. Menurut Dr. Suryan Jamrah, MA.

Dalam bukunya yang berjudul Studi Ilmu Kalam, Dr. Suryan mendefinisikan iman berarti percaya. Adapun pengertian secara istilah, iman adalah mempercayai dan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. baik yang berkenaan dengan akidah, ibadah maupun muamalah.

Baca juga :  Musdah Mulia, Semuanya Bermula dari Tauhid

Demikianlah penjelasan tentang pengertian iman secara bahasa istilah. Beberapa nama tokoh beserta referensinya sengaja penulis cantumkan untuk memantik pendalaman dan penelusuran iman lebih mendalam lagi. Sekian. Terima kasih.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.