Pengertian Islam Rahmatan Lil Alamin Menurut Para Ulama

Artikel kali ini akan membahas tentang pengertian Islam Rahmatan Lil Alamin menurut para ahli/tokoh ulama. Dalam konteks ini, Islam Rahmatan Lil Alamin adalah istilah yang sering kita dengar dari para pendakwah, peneliti dan masyarakat luas. Apalagi ketika muncul isu kekerasan dan konflik atas nama agama, istilah ini sering muncul ke permukaan sebagai kontra-narasi terhadap wajah Islam.

Tema ini sangat penting sekali karena dengan meyakini bahwa Islam adalah agama kasih sayang. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya bertingkah dan berperilaku dengan etika yang berasaskan rahmat, kasih sayang.

Bila kita tinjau secara bahasa, tepatnya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah.

Sedangkan Rahmatan Lil Alamin berasal dari bahasa arab yang berarti kasih sayang bagi seluruh alam. Secara spesifik, dalam Al-Qur’an menyebutkan kata ini dalam surat Al-Anbiya’ ayat 107 :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya : “tidaklah saya (Allah) mengutusmu melainkan sebagai rahmatan lil ‘alamiin (kasih sayang bagi seluruh alam).

Adapun definisi atau pengertian Islam rahmatan lil alamin menurut para ahli/tokoh ulama sebagaimana berikut ini:

Baca juga :  Toleransi Sejak dari Diri Sendiri

1. Menurut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Presiden RI ke-4 dan Ketua PBNU (1984-2000) KH Abdurrahman Wahid menjelaskan makna Islam rahmatan lil alamin dalam beberapa kitab tafsir. Makna rahmatan bukan berarti karunia, tapi silaturrahim, persaudaraan.

Sedangkan makna ‘alamin berarti basyar, manusia. Isinya bukan alam semua, tapi manusia. Jadi apabila digabungkan, makna kata rahmatan lil ‘alamin dalam surat Al-Anbiya’ ayat 07 berarti persaudaraan di antara semua manusia.

2. Menurut KH. M. Luqman Hakim

Sebagai pakar tasawuf, Kiai Luqman Hakim memberikan makna Islam rahmatan lil ‘alamin sebagai berikut. Pada mulanya Allah menyebutkan rahmatan lil ‘alamin adalah karakter risalah yang maujud dalam kepribadian Nabi Muhammad SAW. sebagai sosok yang mempresentasikan Rahmat Allah SWT.

Kiai Luqman melalui cuitan di akun twitter menulis, “Rahmat sebagai makna khusus bagi nikmat-Nya. Sedang nikmat adalah makna umum bagi Rahmat-Nya”.

Rahmat berarti kasih sayang yang menyelamatkan dunia-akhirat. Kemudian Sang Rasul sendiri memiliki karakter raufur rahim (penuh kasih sayang dan sayang sejati).

Karena itu wujud Rahmatnya ada dalam kepribadiannya bukan sekedar nilai-nilainya. Seluruh ajarannya adalah Rahmat. Bila misi Rasulullah adalah Rahmat, maka tentu jejak Rahmat adalah pijakan umatnya.

Baca juga :  Muslim Melindungi Non-Muslim yang Hendak Mengenal Islam

Islam rahmatan lil alamin adalah

3. Menurut Gus Muwafiq

Sosok bernama lengkap KH. Ahmad Muwafiq atau lebih akrab dengan panggilan Gus Muwafiq ini pernah menulis buku yang berjudul Islam Rahmatan Lil ‘Alamin: Berasal Dari Arab Tapi Islam Bukan Arab.

Dalam buku tersebut, Gus Muwafiq lebih menjelaskan kepada letak substansial-geografis wilayah dakwah nabi menyebarkan Islam. Menurut Gus Muwafiq, Nabi Muhammad SAW. adalah Nabi akhir zaman yang jangkauannya bukan lagi negara dan bangsa, tapi rahmatan lil alamin.

Pada intinya Gus Muwafiq menyampaikan bahwa spirit Islam yang rahmatan lil ‘alamin ini tidak hanya menjangkau kalangan muslim, tetapi juga membangun pemahaman bahwa setiap peradaban yang dibangun manusia saling terkait sehingga masyarakat tidak harus bersikap antipati terhadap perbedaan.

4. Menurut Prof. Nadirsyah Hosen (Gus Nadir)

Islam rahmatan lil’ alamin adalah jelmaan dari etika nilai-nilai universal yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. untuk terus berpegang pada akhlakul karimah (akhlak mulia).

Islam selalu mengajarkan ketika kita hendak menyampaikan pendapat, hendaknya dengan cara yang santun, tidak menjelek-jelekkan orang lain. Kita harus tetap berdakwah secara hasanah (baik). Kalaupun harus berdebat, dengan cara lebih baik. Billati hiya ahsan.

Bahkan, ketika perang pun Islam tetap mengajarkan etika. Semisal tidak boleh membunuh perempuan, anak kecil, pendeta dan rumah ibadah. “Jadi Islam rahmatan lil ‘alamin bukan strategi saat Islam kalah lantas berubah menjadi beringas pada pemeluk agama lain saat kita ‘menang’. Nilai ini berlaku dalam semua keadaan”.

Baca juga :  Menangkal Intoleransi di Indonesia ala Ahmad Wahib

Demikianlah ulasan singkat dalam artikel yang berjudul pengertian Islam Rahmatan Lil Alamin menurut para ahli. Dengan ini, semoga kita sebagai umat Islam di Indonesia dapat lebih memaknai Islam sebagai agama yang sangat mengedepankan sisi akhlak mulia. Semoga bermanfaat. Sekian.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *