Apik dan Mendidik

Penulis Perempuan Ramaikan Women Writer’s Conference di Cirebon

Women Writer’s Conference (WWC) digelar di Kota Cirebon, 11-14 Desember 2019. Konferensi ini diramaikan 50 penulis perempuan dari seluruh Indonesia. Acara hasil kerjasama Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Yayasan Fahmina Cirebon, dan Mubaadalahnews, ini diadakan untuk mendorong para penulis perempuan melahirkan karya-karya berperspektif Islam yang ramah perempuan.

WCC menghadirkan narasumber-narasumber terdepan dalam isu Islam dan Perempuan untuk memperkuat perspektif peserta. Di antara narasumber yang hadir adalah Musdah Mulia, Husein Muhammad, Faqihuddin Abdul Kodir, Nur Rofiah, Masriyah Amva, Azareena, Adiba, Umdah El-Baroroh, Yulianti Muthmainnah, Susy Ivvati, Affandi Muchtar, Afwah Mumtazah, dan Marzuki Wahid.

Sebanyak 50 peserta merupakan hasil seleksi dari sekitar 214 pendaftar. Mereka masing-masing membawa ide dan gagasan tulisan yang akan diangkat dalam forum. Rencana tulisan tersebut dipresentasikan dan mendapat pendampingan untuk diperkuat dari sisi penguasaan isu dan perspektif Islam yang ramah perempuan maupun dari teknik penulisan.

Peserta mendapatkan pengayaan tentang luasnya isu Islam dan perempuan di Indonesia melalui bedah buku Ensiklopedia Muslimah Reformis karya Prof. Musdah Mulia. Mulai dari metodologis tafsir humanis-feminis dan dakwah transformatif, pendidikan, politik, demokrasi, HAM, pluralisme, kebebasan beragama, program kesetaraan gender di pemerintah dan masyarakat, hingga radikalisme.

Peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang teologi Islam sebagai basis kesetaraan laki-laki dan perempuan dari KH. Husein Muhammad. Peserta juga mendapatkan asupan dari Azareena serta Adiba (Sister in Islam Malaysia) mengenai kerja memberdayakan perempuan di berbagai bidang kehidupan di Malaysia.

Berikutnya, peserta mendapatkan penguatan dari Dr. Nur Rofi’ah, Bil. Uzm. mengenai “Keadilan Hakiki” sebagai metodologi studi keislaman dan Dr. Faqihuddin Abdul Kodir tentang “Qira’ah Mubadalah” sebagai metode tafsir dan dakwah untuk isu-isu gender dalam Islam.

Lalu pada diskusi paralel, peserta mendapatkan penguatan perspektif berdasarkan peminatan dan jenis tulisan yang dikirimkan kepada panitia.Diskusi ini dipandu Umdah El-Baroroh, Yulianti Muthmainnah, dan Susy Ivvati.

Peserta juga akan mendapatkan materi tentang pesantren dari dua narasumber, KH. Affandi Mukhtar dan Nyai Hj. Afwah Mumtazah. Materi terakhir, peserta akan diajak untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang kebijakan-kebijakan hukum keluarga bersama KH. Marzuki Wahid, M.Ag.

Di sela-sela sesi materi, peserta terlibat secara aktif dalam sesi Partisipant’s Reflection. Dalam sesi ini, peserta mempresentasikan secara singkat rancangan penulisannya masing-masing. Setelah memperoleh asupan dari narasumber, apa yang masih perlu penguatan, dan bagaimana bisa ditulisakan agar menjadi karya yang baik.

Selanjutnya, peserta menyelesaikan rencana penulisannya dengan didampingi tim redaksi mubaadalahnews.com. Forum ini dibuat dengan format saling memberikan masukan antar peserta, baik dari segi teknis penulisan maupun dari perspektif dan pengetahuan keislaman dan gender.

Harapannya, setelah WCC, akan muncul lebih banyak penulis perempuan berperspektif Islam adil gender. Diharapkan juga mereka menjadi penulis produktif yang melahirkan karya-karya yang mengangkat derajat kaum perempuan. Sehingga cita Islam yang rahmatan lil ‘alamin akan terwujud di atas muka bumi ini.[]

Kontributor: Abdul Rosyid

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *