Peran Keluarga sebagai Support System Anak di Era Pandemi

Keluarga adalah lingkungan pertama bagi anak. Keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk support system terhadap anak di rumah, terutama saat pandemi covid 19 yang mengharuskan setiap orang melakukan aktivitas hanya di dalam rumah.

Anak-anak, terutama jenjang sekolah dasar diwajibkan untuk melakukan pembelajaran di dalam rumah. Tidak sedikit orang tua yang “bermasalah” mendampingi anaknya dalam pelaksanaan pembelajaran di rumah.

Mengingat pelaksanaan belajar di rumah masih berlanjut sampai saat ini, dan tidak dapat diprediksi secara pasti kapan wabah covid-19 akan berakhir, kesiapan orang tua sebagai support system bagi anaknya dalam keluarga penting diterapkan. Tulisan ini akan membahas peran keluarga sebagai support system di era pandemi

Keluarga sebagai Support System

Pendidikan dalam keluarga sangat penting bagi anak, dimana anak tersebut pertama mengenal di lingkungan keluarganya, dan sekaligus merupakan pilar penting dalam membangun karakter seorang anak. Pendidikan karakter yang dibangun dalam keluarga tidak saja merupakan pembelajaran dari pengalaman, ucapan dan suritauladan dari para orang tuanya tetapi juga proses interaksi antar anggota keluarga lainnya menjadi kunci dalam membangun pendidikan karakter.

Keluarga merupakan bagian dari support system yang memelihara keberfungsian dalam keluarga. Menurut Sarafino dan Smith (2011), support system merupakan salah satu bentuk dari dukungan sosial, yaitu keberadaan orang lain yang dapat diandalkan untuk memberi bantuan, semangat, penerimaan dan perhatian sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup seseorang.

Bentuk dukungan sosial di antaranya adalah dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan informasi. Dukungan emosional mencakup empati, kepedulian dan perhatian terhadap orang lain. Dukungan sosial orang tua berfungsi sebagai faktor protektif bagi anak, yaitu sebagai faktor yang melindungi, penyayang, dan meringankan anak.

Anak yang mendapatkan dukungan sosial dari orang tuanya cenderung akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Orang tua sebagai sumber yang paling berpengaruh dalam pemberian supporting system, karena dengan adanya ikatan batin yang erat dan memiliki hubungan darah sehingga mempunyai kedekatan secara emosional melalui pemberikan motivasi, perhatian, kepedulian, dan kasih sayang.

Dengan adanya pandemi covid-19 memberi kesempatan kepada orang tua untuk mengembalikan tugas pokoknya yang mungkin selama ini para orang tua memiliki pemahaman kalau anaknya sudah masuk ke sekolah/madrasah dianggap sudah selesai tugas dan tanggung jawab mendidik anak. Dengan terjadinya wabah covid-19, memberi hikmah yang sangat berharga untuk menata kembali fungsi dan tugas keluarga dalam mendidik anak di rumah.

Kebijakan Pemerintah

Berdasarkan penjelasan dari Direktur Jenderal PAUD dan Dikdasmen Kemendikbud Harris Iskandar, bahwa pembelajaran di rumah tidak lagi memfokuskan pada akademik atau kognitif tetapi pada kompetensi dan survei karakter, yang menitikberatkan pada penalaran dan penekanan pada life skill, karakter, dan sebagainya.

Dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Virus Corona (COVID- 1 9), menyebutkan bahwa proses belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Belajar dari Rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun keluiusan.
  2. Belajar dari Rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19.
  3. Aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah.
  4. Bukti atau produk aktivitas Belajar dari Rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

Pembelajaran di rumah secara luring dalam masa BDR (Belajar dari Rumah) dapat dilaksanakan melalui: televisi, contohnya Program Belajar dari Rumah melalui TVRI; radio; modul belajar mandiri dan lembar kerja; bahan ajar cetak; dan alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar.

Penutup

Ketika anak belajar di rumah, maka hal itu memberi kesempatan kepada orang tua untuk selalu lebih dekat, mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki anak tentang materi pelajaran di sekolah, dan lebih mendekatkan keakraban antara anak dan orang tua.

Hubungan interaksi tersebut merupakan bagian dari support system dalam memelihara keberfungsian keluarga, yang menjadi bagian dari salah satu bentuk dari dukungan sosial.

Kegiatan belajar anak di rumah harus tetap dilaksanakan dengan baik, maka hendaknya diperlukan beberapa saran, antara lain:

  1. Dilakukan kerjasama antar orang tua dengan penyelenggara pendidikan, melalui evaluasi, sampai dimana kegiatan pembelajaran di rumah, baik melalui daring maupun melalui luring.
  2. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud dan Kementerian Agama memberikan pelatihan parenting bagi para orang tua yang mengalami kesulitan dalam membimbing belajar anak di rumah secara berkala dan berkesinambungan. (AL)

 

Tulisan ini adalah rangkuman dari diseminasi penelitian Neneng Habibah yang diterbitkan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama Tahun 2020.

Ilustrasi: Tanoto Foundation

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.