Perempuan Ulama di Pentas Sejarah (3)

Imam al-Dzahabi, Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Abdullah ((w. 1348 M), ahli hadits masyhur, penulis buku “Mizan al-I’tidal”, menyebut 4000 Rijal Hadits, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Ia selanjutnya mengatakan:

ما علمت من النسآء من اتهمت ولا من ترك حديثها

“Aku tidak mengetahui ada perempuan yang cacat dalam periwayatannya dan tidak pula ada yang tidak dipakai haditsnya”.

Imam Al-Syaukani, ahli hadits terkenal, dalam karya haditsnya yang terkenal “Nailul Awthar” mengatakan:

لم ينقل عن أحد من العلماء بأنه ردَّ خبر امرأة لكونها امرأة، فكم من سنّة قد تلقتها الأمة بالقبول من امرأة واحدة من الصحابة، وهذا لا ينكره من له أدنى نصيب من علم السنة) نيل الأوطار / ١٣٨٢

“Tidak ada kabar dari seorang pun ulama bahwa keterangan seorang perempuan ditolak hanya karena dia perempuan. Berapa banyak sudah hadits yang diterima bulat oleh para ulama berasal dari seorang perempuan sahabat Nabi. Hal ini tidak ditolak oleh siapa pun yang mempelajari hadits, meski minimal”. (Nail al-Awthar)

Belakangan Umar Ridha Kahalah menulis buku khusus tentang Perempuan-perempuan ulama di dunia Islam dan Arab: “A’lam al-Nisa fi ‘Alamay al-‘Arab wa al-Islam” (Perempuan Ulama di Dunia Islam dan Arab). Buku ini yang terdiri dari 3 jilid/volume berukuran tebal (500 hlm) ini merekam dengan indah nama-nama perempuan ulama berikut keahlian, aktifitas, dan peran mereka di masyarakat, berdasarkan urutan abjad.

Baca juga :  Perempuan Ulama di Pentas Sejarah (8)

Penulis ini mengatakan :

وقد حاولت جهد استطاعتى فى البحث والتفتيش عن اكبر عدد يمكننى جمعه من شهيرات النسآء اللاتى خلدن فى مجتمعى العرب والاسلام أثرا بارزا فى العلم والحضارة والادب والفن والسياسة والدهاء والنفوذ والسلطان والبر والاحسان و الدين والصلاح والزهد والورع الخ. مما يميط اللثام عن الادوار المختلفة التى قضتها المرأة فى تاريخ العرب والاسلام

“Aku telah berusaha sungguh-sungguh mencari dan meneliti sebanyak mungkin tokoh-tokoh perempuan terkenal dan tercatat dalam sejarah Arab dan Islam. Mereka mempunyai pengaruh yang besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, sastra, seni, dan politik dan kepemimpinan sosial. Mereka juga terkenal tentang kecerdasan, kebaikan, ketakwaan, kezuhudan, dan kebersihan diri. Mereka memainkan peran yang beragam dalam perjalanan sejarah Islam dan Arab”.

Bersambung

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *