Profil Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro

Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro

Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro beralamat di Desa Temboro Kecamatan Keras Kabupaten Magetan Jawa Timur. Berikut profil lengkapnya.

Sejarah

Ketika membahas sejarah pasti tidak ketinggalan yaitu pelaku sejarah atau subjek. Pondok Pesantren Al-Fatah didirikan oleh seorang KH. Kholid Umar (almarhum) beliau adalah seorang ulama yang Banyak menimba ilmu di beberapa pondok pesantren di pulau Jawa, di antaranya kepada hadrotussyeih KH. Hasyim Asari.

Kemudian setelah selesai dari mondoknya beliau kembali ke kampung halamannya yaitu di Desa Temboro. Lalu beliau mendirikan sebuah masjid dan masjid tersebut dibuat acara pengajian. Pada perkembangan berikutnya pengajian ini semakin diminati oleh masyarakat. Di antaranya banyak anak-anak, remaja dan orang tua yang mengharapkan pengajian ini bisa lebih dikembangkan menjadi pondok pesantren.

Alhamdulillah berkat usaha beliau dan kerja sama yang baik dengan elemen masyarakat akhirnya berdirilah sebuah Pondok Pesantren Al-Fatah pada tahun 1950.

Setelah wafatnya KH. Kholid Umar tahun 1996, kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya yang bernama Uzairon Thoifur Abdillah yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk melanjutkan pengasuhan Pondok Pesantren Al-Fatah dibantu oleh kedua adiknya yang bernama KH. Umar Fatahillah dan KH. Ubaidillah Ahror.

Motto dan Tujuan Pesantren Temboro

1) Mengikuti sunnah Nabi saw. dan petunjuk para sahabat serta meniru perilaku generasi terdahulu yang saleh,

(2) Saling menyayangi, berempati, dan tolong menolong di antara sesama muslim serta
menghidupkan agama,

Baca juga :  Youtuber NU Ini Bagikan Trik Dakwah Pesantren di Media Sosial

(3) Memusatkan perhatian untuk berzikir dan berdoa kepada Allah, dan

(4) Berdakwah sepanjang hayat.

Santri Luar Negeri

Pada perkembangan berikutnya pondok ini berkembang menjadi semakin besar dan banyak diminati masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia bahkan sebagian santri-santrinya datang dari negara tetangga di antaranya Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Ponpes memiliki kurang lebih 22 ribu santri. Dari jumlah tersebut, sekitar 980 santri berasal dari luar negeri, yang kebanyakan dari negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand.

Banyaknya santri di Desa Temboro telah membuat tingkat perekonomian dan kemakmuran hidup warga meningkat. Aktivitas keseharian pondok telah memberikan lapangan pekerjaan bagi warga desa Kampung Madinah yang ditaksir bisa mencapai puluhan miliaran rupiah setiap bulan.

Warga menjual kebutuhan makan dan pakaian serta menyediakan jasa transportasi dan sewa rumah. Biasanya Kampung Madinah ramai ketika ada pertemuan wali santri.

Jenjang Pendidikan
  1. Taman kanak – kanak/Roudhotul Atf
  2. Madrasah Ibtidaiyah
  3. Madrasah Tsanawiyah
  4. Madrasah Aliya
  5. Madrasah Diniyah
  6. Madrasah Tahfidzul Qur‟an
  7. Daurotul Hadist
Materi Pembelajaran
  1. al-hadis (hadis),
  2. mustalah al-hadis (istilah-istilah hadis),
  3. al-fiqh (hukum Islam),
  4. usul fiqh (pokok-pokok hukum Islam),
  5. al-faraid (ilmu pembagian harta waris),
  6. at-tajwid, ‘ulum al-Qur’an (ilmu-ilmu al-Qur’an),
  7. tafsir (tafsir al-Qur’an),
  8. at-tauhid (keyakinan),
  9. at-tarikh (sejarah Islam),
  10. alQasas (kisah -kisah),
  11. an-Nahwu, as-Sarf,
  12. dan al-lugah al-‘arabiyyah (bahasa Arab).
Baca juga :  Santri, Inspirasi Menghadapi Pandemi
Kitab-kitab yang Dikaji
  1. Kitab Fiqih Baijuri
  2. Fathul Mu‟in
  3. Fathul Wahab
  4. Hadis Arbain
  5. Mustholah Hadist
  6. Shohih Bukhor
  7. Sunan Abu Daud
  8. Nahwu Shorof
  9. Syarhul Qowim Tafsir Jalalain
  10. Safinatunnajah
  11. Hayatus Shohabah, dll.
Penguatan Ideologi Jamaah Tabligh

Selain kitab-kitab di atas, Pesantren Temboro juga memberikan materi (kurikulum) penguatan ideologi Jamaah Tabligh yang dianutnya melalui kitab-kitab wajib yang ditulis oleh para ulama Jamaah Tabligh dari India. Adapun kitab-kitab tersebut:

Kitab Fadail al-A’mal (Kitab Keutamaan Amal) karya Maulana Muhammad Zakaria al-Kandahlawi, Kitab ini memuat tentang kisah-kisah Sahabat, fadilah shalat, fadilah Tabligh, fadilah zikir, fadilah al-Qur’an, fadilah Ramadhan, dan cara memperbaiki kemerosotan umat

Muntakhab al- Ahadis (Dalil-dalil Pilihan Enam Sifat Utama) Karya Syaikh Maulana Muhammad Yusuf al-Kandahlawi disusun kembali oleh Syaikh Maulana Muhammad Sa’ad al-Kandahlawi Kalimat thayyibah, shalat, ilmu dan zikir, ikram al-muslimin, ikhlas, dakwah dan tabligh, dan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Fadail al-Sadaqat (Fadilah Sedekah) Maulana Muhammad Zakaria alKandahlawi Keutamaan menginfakkan harta, berisi tentang celaan terhadap kebakhilan, silaturahmi, pentingnya zakat dan keutamaannya, ancaman bagi yang tidak menunaikan zakat, anjuran supaya zuhud, qana’ah, dan tidak meminta-minta, dan kisah para ahli zuhud dan dermawan.

Hayah al-Sahabah (Kehidupan para Sahabat) karya Maulana Muhammad Yusuf al-Kandahlawi berisi tentang Kisah-kisah kehidupan para sahabat ra., dakwah kepada Allah SWT dan rasul-Nya,bai’at, kesabaran dalam menghadapi penderitaan di jalan Allah, hijrah, nusrah, dan jihad fi sabilillah.

Baca juga :  Pesantren sebagai Center of Education

Fadail al-Sahabah (Keutamaan para Sahabat) Karya Maulana Muhammad Zakaria al-Kandahlawi Keutamaan para sahabat, baik dalam kesabaran, kesederhanaan, kejujuran, kedermawanan, ketekunan beribadah, dan lain-lain sehingga mereka menjadi contoh dan targhib (motivasi) bagi Jamaah.

Fadilah Tijarah (Keutamaan Perdagangan) Karya Maulana Muhammad Zakaria al-Kandahlawi Nafkah yang halal, keutamaan mencari nafkah, pekerjaan untuk berkhidmat kepada agama, dan keutamaan berdagang.

Fadilah Haji Ibadah Haji & Umrah (Menuju Haji yang Mabrur) Karya Maulana Muhammad Zakaria al-Kandahlawi Anjuran menunaikan ibadah haji, ancaman bagi yang tidak menunaikan ibadah haji, sabar menghadapi kesusahan dalam perjalanan haji, hakikat haji, keutamaan Makah dan Ka’bah, umrah, berkunjung ke Madinah, adab ziarah, dan keutamaan Madinah Munawarah.

Demikian profil Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro. Semoga bermanfaat. (AL)

Sumber: https://pontren.com/

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *