Profil Pondok Pesantren Nurul Ummah Yogyakarta

Pondok Pesantren Nurul Ummah Yogyakarta

Pondok Pesantren Nurul Ummah Yogyakarta berlokasi di Jalan Raden Ronggo KG II/982, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta. Berikut profil lengkapnya.

Sejarah

Ketika KH. Asyhari Marzuqi masih di Baghdad, ayahnya telah berusaha membuat tempat pengabdian dan pengajaran ilmu ketika kelak putranya kembali ke tanah air.

Awalnya, ia memberikan pilihan kepada putra pertamanya itu untuk meneruskan perjuangannya di Giriloyo dengan mengasuh pesantren di sana. Tetapi, KH. Asyhari Marzuqi punya pikiran dan pertimbangan lain.

Bagi Kiai Asyhari, pesantren tidaklah harus didirikan di daerah kampung yang tradisional, jauh dari akses kota. Justru harus ada penyebaran dakwah dengan mengembangkan pesantren di tempat-tempat strategis.

Selain itu, KH. Asyhari sebenarnya tidak ingin akses pengetahuannya terkekang sehingga untuk mengakses perkembangan informasi mutakhir menjadi terhambat.

Apalagi, kebiasaannya yang cepat menerima informasi terkini membuat beliau berkeinginan tetap pada tempat yang mudah mengakses informasi dan ilmu. Maka, Kiai Asyhari justru menghendaki adanya pesantren yang tidak jauh dari perkotaan.

Kiai Marzuqi berikhtiar. Dicarilah tanah yang dekat dengan kota. Ada tanah strategis di daerah Gedongkuning, Banguntapan, Bantul. Tetapi, belum sempat diseriusi, ada tawaran tanah wakaf di daerah Kotagede.

Awalnya, tanah tersebut diserahkan ke ayah H. Abdul Muhaimin yang bernama Marzuki agar dapat digunakan untuk kepentingan umat Islam. Tetapi, hingga meninggal tanah tersebut belum termanfaatkan.

Kemudian H. Abdul Muhaimin menawarkan ke KH. Tolhah Mansyur, tetapi beliau tidak sanggup memanfaatkan tanah tersebut.

Kemudian ditawarkan juga kepada KH. Syaiful Mujab yang saat itu menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PW NU DIY. Oleh Kiai Syaiful, tanah tersebut ditawarkan kepada R.H. Suwardiyono, wakilnya di NU. R. H. Suwardiyono adalah tokoh NU yang sangat dekat dengan KH. Ahmad Marzuqi Romli.

Beliau sowan dan mengutarakan akan adanya tanah wakaf yang belum dimanfaatkan dengan baik. Maka, Kiai Marzuqi lantas memerintahkan santrinya, Kiai Nur Hadi Abdullah, untuk bersama-sama mengurus tanah tersebut.

Tanah tersebut ditelusuri kepemilikannya. Setelah ditelusuri, sesuai dengan petunjuk pada surat-surat tanah yang ada, tanah tersebut ternyata atas nama Haji Anwar yang beralamat di Kepunton, Solo.

Beliau adalah orang tua dari Haji Muslim, pemilik Wisma Proyodanan Kotagede Yogyakarta. Ahli waris Haji Anwar adalah Siti Salimah Priyomulyono, Hj. Siti Djufainah Muslim Anwar Pranoto, M. Djahid Anwar, H.M Dja’far Anwar Martono, H. M. Djalil Anwar Prajarto, S.H., Dr. M. Djohar Anwar, Dra. Hj. Siti Djuwairiyah Anwar, dan Ir. M. Djailani Anwar.

Ahli-ahli waris tersebut memberikan kuasa kepada Muslim Anwar Pranoto untuk mengurus perwakafan tanah kepada Yayasan Pendidikan Bina Putra.

Yayasan ini didirikan pada tanggal 12 Rabi‘ul Awal 1402 H / 08 Januari 1982 M oleh R.H. Suwardiyono, B.A., yang sekaligus sebagai ketuanya serta dibantu oleh beberapa orang yang kemudian menjadi pengurus yayasan pada
periode pertama.

Yayasan inilah yang kemudian bertindak sebagai pelaksana dan pengelola pembangunan Pesantren Nurul Ummah pada masa-masa awal.

Baca juga :  Pesantren, Perempuan, dan Jawaban Kegelisahan Gus Dur
Masa Awal Pendirian

Tujuan pendirian yayasan ini adalah menyelenggarakan pendidikan untuk membentuk manusia yang takwa, berbudi pekerti mulia, percaya diri, hidup bermasyarakat secara kekeluargaan, cakap dan demokratis, serta bertanggung jawab kepada bangsa, negara, dan Allah Yang Maha Esa.

Pondok Pesantren Nurul Ummah berdiri sejak tahun 1986. Peletakkan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 1986 oleh KH Asyhari Marzuqi, K.H. Nawawi Ngrukem, dan disaksikan oleh keluarga Krapyak.

Sementara untuk upacaranya baru dilaksanakan dua hari kemudian yakni pada tanggal 11 Februari 1986 yang dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta; Sugiarto, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY, dan masyarakat.

Arti Nama ‘Nurul Ummah’

Pemberian nama “Nurul Ummah”—di samping merupakan salah satu usulan dari H. Ahmad Arwan Bauis, S.H.—, adalah hasil musyawarah bersama yang kemudian menyetujuinya sebagai nama pesantren tersebut.

Dengan dipilihnya nama “Nurul Ummah” yang berarti “Cahaya Umat” ini diharapkan PPNU bisa menjadi lembaga pendidikan Islam sebagai tempat mendalami agama (tafaqquh
fiddin), dan mampu memberikan sinar pencerahan yang menerangi dan mengarahkan Umat dalam menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat (al-sa’âdah fi al-dârayn).

Sebagai suatu lembaga, secara legal formal, PP. Nurul Ummah didaftarkan ke Departemen Agama dan mendapatkan nomor piagam pondok pesantren dari Kantor Departemen Agama Propinsi Daerah IstimewaYogyakarta, yang ditandatangani oleh Drs. H. Abdur Rosyad, kepala bidang Pembinaan Perguruan Agama Islam dengan nomor A. 8655 tertanggal 06 Juli 1986.

Era K.H. Asyhari Marzuqi

Awal mula PP. Nurul Ummah berdiri dan mendapatkan santri, K.H. Asyhari Marzuqi mengumumkannya kepada masyarakat terutama yang kenal dengan beliau dan ayahnya.

Santri awal masuk yang ke PP. Nurul Ummah berjumlah 25 orang putra dan 2 orang putri, pada bulan Ramadhan tahun 1986.

Lalu di tahun kedua jumlah ini meningkat menjadi 104 santri. Pada tahun ketiga, jumlah santri bertambah lagi menjadi 155 orang. Akhirnya pada tahun yang keempat, terhitung jumlah santri sebanyak 209 orang.

Yayasan Pendidikan Bina Putra

Pondok Pesantren Nurul Ummah berada dibawah Yayasan Pendidikan Bina Putra. Yayasan ini didirikan pada tanggal 12 Rabi‘ul Awal 1402 H/08 Januari 1982 M oleh Almarhum Bapak R.H. Suwardiyono, B.A. yang sekaligus menjabat sebagai ketuanya hingga akhir hayat, serta dibantu oleh beberapa orang yang kemudian menjadi pengurus yayasan pada periode pertama.

Masyayikh

Nurul Ummah Yogyakarta berdiri sejak tahun 1986 memiliki tokoh sentral dalam kehidupan sehari-hari. Mereka di antaranya adalah:

1. Al-Maghfurlah K.H. Ahmad Marzuqi Romli (Pendiri)

2. Al-Maghfurlah K.H. Asyhari Marzuqi (Pengasuh Pertama)

3. Al-Maghfurlah K.H. Habib Marzuqi (Pengasuh Kedua setelah wafatnya K.H. Asyhari Marzuqi)

4. Al-Maghfurlah K.H. Masyhudi Marzuqi (Masyayikh)

5. Ahmad Zabidi Marzuqi (Pengasuh Sekarang)

6. Muslim Nawawi (Masyayikh)

Baca juga :  Inilah Pondok Pesantren Tertua di Jawa Timur yang Jarang Diketahui
Jenjang Pendidikan

1. Pondok Pesantren Nurul Ummah

Pondok Pesantren Nurul Ummah memiliki dua program unggulan, yaitu reguler dan non reguler:

Program Reguler. KBM yang dilaksanakan di PPNU Pusat ini terdiri dari tiga tingkat, yakni awaliyah, wustha, dan ‘ulya.

Tingkat awaliyah memprioritaskan pemahaman ilmu nahwu dan sharaf. Tingkat wustha memperdalam kitab-kitab salaf dan khalaf yang mu’tabarah. Tingkat ‘ulya mempraktikkan ajaran aswaja di masyarakat dan membuat karya tulis ilmiah.

Program non Reguler. KBM yang berlokasi di PPNU Tiga ini terdiri dari dua kegiatan utama, yakni kajian tahsin al Qur’an dan Bahasa Arab dasar.

Selain itu, program non reguler juga mengkaji kitab-kitab mu’tabarah untuk membekali ajaran aswaja kepada para santri.

Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ummah

Visi MI Nurul Ummah adalah terwujudnya generasi berakhlak qurani, berwawasan global dan berkembang sesuai dengan potensi.

Sedangkan misi MI Nurul Ummah di antaranya adalah:

1. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup melalui program tahfidz dan pembiasan muroja’ah Al-Qur’an.

2. Membentuk pribadi anak yang memiliki jiwa sosial dan peka terhadap lingkungannya.

3. Memberikan fondasi nilai-nilai akhlak dan ajaran Islam yang berdasarkan Ahlussunnah wal Jama’ah.

4. Mendorong anak agar mengikuti perkembangan teknologi informasi dan megajarkan bagaimana memanfaatkannya agar tepat guna.

5. Memotivasi anak agar gemar membaca dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat membuka cakrawala ilmu pengetahuan.

6. Mendampingi anak menemukan potensi dirinya dan mengembangkannya.

7. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dalam ilmu dan amal.

MI Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta adalah Madrasah “Istimewa & Terpercaya” yang memperioritaskan program Tahsinul Qur’an dan Tahfidzul Qur’an dengan konsep pendidikan terpadu.

Titik tekan program pendidikan yang digulirkan di MI Nurul Ummah adalah “menyeimbangkan pengetahuan agama dengan pengetahuan sains dan sosial yang berdasarkan nilai-nilai Islam dalam rangka membentuk generasi bangsa yang bertakwa, berakhlakul karimah, unggul dan cendekia.”

Sebagai Madrasah Istimewa & Terpercaya, MI Nurul Ummah mampu menyelenggarakan pendidikan berdasarkan nilai-nilai Islam dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berbudi luhur.

Lulusan Madrasah ini diharapkan mampu menghafal Al-Qur’an 10 Juz selama 6 tahun pendidikan, mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta mampu bersaing dengan lulusan Madrasah/ Sekolah lain baik Nasional maupun Internasional.

Beberapa program unggulan MI Nurul Ummah antara lain: Tahsin tahfidz Al Quran, kitab kuning untuk usia MI, Full day school, pendidikan karakter, salat Dhuha, Dhuhur dan Ashar berjamaah, Ziarah maqbarah, Outbond tematik, Nagapuspa futsal, semester swim, yearly khotmil quran bil hifdzi, dan lain-lain.

MTs Nurul Ummah

VISI :

“Berkualitas dalam keimanan, berprestasi dalam keilmuan, pembiasaan dalam amalan dan berkarakter dengan kebaikan”

MISI:

1. Madrasah mampu mengembangkan pendidikan islami.

2. Madrasah mampu mengembangkan kurikulum yang integral dan kompetitif.

3. Madrasah mampu menghasilkan generasi muslim yang kuat dan berkualitas keilmuannya.

4. Madrasah mampu menghasilkan generasi muslim yang unggul dan berprestasi serta mampu bersaing secara kompetitif baik regional maupun nasional.

Baca juga :  Reaktualisasi Semangat Santri pada 75 Tahun Indonesia Merdeka

5. Madrasah mampu menghasilkan generasi muslim yang beramal soleh dan disiplin.

6. Madrasah mampu mencetak generasimuslim yang berkarakter diri, berakhlak mulia, berbudaya, berwawasan lingkungan dan berjiwa nasionalis.

MTs Nurul ummah berdiri sejak tahun 2005 berada di bawah naungan Yayasan Bina Putra Yogyakarta.

Pendidikan madrasah yang kurikulumnya terpadu dengan kurikulum pesantren ini dimaksudkan untuk menciptakan generasi muda idela yang dapat memenuhi harapan masyarakat luas dengan menekankan diri pada upaya mewujudkan peserta didik yang berakhlakul karimah, tangguh dan cendekia.

Madrasah Tsanawiyah Nurul Ummah (MTsNU) mempunyai dua program unggulan, yaitu Takhassus Kitab dan Takhassus Qur’an.

Program Takhassus Kitab menggunakan metode amtsilati untuk mendorong peserta didik mempelajari ilmu nahwu dan sharaf dengan cara yang praktis dan sederhana. Pendalaman materi melalui praktek membaca kitab kuning dilaksanakan di asrama pelajar.

Program Takhassus Qur’an dibimbing untuk menghafal al Qur’an dengan bacaan yang sahih dan fasih serta didampingi oleh pengampu yang memiliki sanad mutawatir. Pendampingan juga dilakukan di asrama pelajar untuk mengawal hafalan.

Kegiatan Harian :

1  Pembacaan Asma’aul Husna

2.KBM Harian

3. Sholat Dhuha

4  Sholat Berjama’ah

5. Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an

6. Sorogan Kitab Kuning dan Bandongan Kitab Kuning yang pelaksanaanya di Asrama

Ekstrakurikuler :

1. Komputer

2. Pramuka

3. Hadrah

4. Tilawah

Madrasah Aliyah Nurul Ummah (MANU)

Madrasah Aliyah Nurul Ummah (MANU) memadukan kurikulum terpadu dengan mengintegrasikan kurikulum pesantren, Kemenag, dan Kemendikbud.

MANU memiliki dua program unggulan, yaitu Kitab Kuning dan Tahsin-Tahfidz al Qur’an.

Selain itu, Madrasah ini menerapkan dua program jurusan bergengsi, yaitu Matematika dan Ilmu Alam (MIA) dan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS).

Seluruh peserta didik mengikuti kajian keislaman di sekolah maupun di asrama pelajar, sehingga diharapkan mampu menjadi generasi muslim yang cerdas, kreatif, tangguh, dan mandiri.

Sebagai Full Day School, MANU menawarkan beragam kegiatan untuk menunjang minat dan bakat peserta didik di berbagai bidang, seperti pendampingan olimpiade, studi lanjut perguruan tinggi, Kesenian, dan sebagainya.

Kegiatan Harian :

1.KBM Harian

2. Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an

3. Kajian Kitab Kuning

4. Sorogan Kitab Kuning

EKSTRA KURIKULER:

1. Karya Ilmiah Remaja

2. Bahasa Mandarin

3. Pramuka

4. Theater

5. Kaligrafi

Asrama Mahasiswa

Demikian profil lengkap Pondok Pesantren Nurul Ummah Yogyakarta. Semoga bermanfaat.(AL)

 

Sumber: nurulummah.com

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *