Protokol Penyembelihan Hewan Kurban di Masa Pandemi Corona

IQRA.ID, Jakarta – Dalam menghadapi masa pandemi virus corona (Covid-19) dan tatanan new normal, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan Protokol Pemotongan/Penyembelihan Hewan Kurban dengan surat edaran nomor: 416/LAZISNU-PBNU/VII/2020.

Seperti dilansir dari situs Dakwah NU, Kamis (17/07), penerbitan protokol penyembelihan hewan qurban yang melalui NU Care-Lazisnu ini dalam rangka menyikapi pelaksaan Hari Raya Idul Adha 2020 M. / 1441 H. di masa pandemi Covid-19 serta pelaksanaan Normal Baru (New Normal).

Berikut ini uraian lengkap tentang Protokol Pemotongan/Penyembelihan Hewan Qurban di masa pandemi corona dan tatanan new normal:

1. Protokol kedatangan hewan kurban dari daerah asal

a. Potensi resiko:

– Orang datang dari zona merah yang belum tes COVID-19

– Uang cash

– Tali hewan

b. Alat yang dipersiapkan:

– Sarung tangan karet panjang

– Pelindung muka/face shield

– Masker kain

– Hand Sanitizer/sabun cuci tangan dan air mengalir

c. Protokol:

– Petugas menggunakan pelindung muka, masker kain dan sarung tangan.

– Jaga jarak 1-2 meter dari orang yang mengantar hewan ternak

– Pengantar hewan ternak tidak perlu turun dari mobil untuk menghindari potensi penularan.

– Petugas yang menurunkan adalah petugas yang berjaga di area penjualan

– Petugas yang menurunkan hewan wajib menggunakan sarung tangan dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah bertugas

– Transaksi dilakukan non-tunai atau transfer

2. Protokol penjualan dan pembelian hewan kurban

a. Potensi Resiko:

– Kerumunan pembeli dan anak-anak melihat hewan yang belum tes COVID-19

– Akses pengunjung tidak satu poin

– Uang cash

– Tali hewan

– Pemberi pakan hewan ternak

b. Alat yang dipersiapkan:

– Sarung tangan karet panjang

– Pelindung muka/face shield

– Masker kain

– Hand sanitizer

– Fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir

– Tali rapia untuk membuat akses satu pintu pembelian

– Lakban untuk memberi tanda jaga jarak 1 meter tiap titik antrian

Baca juga :  Kumpulan Khutbah Idul Adha 1441 H / 2020

– Thermo gun

c. Protokol:

– Transaksi penjualan dan pembelian hewan kurban dioptimalkan dengan memanfaatkan teknologi daring atau koordinir oleh panitia NU CARE-LAZISNU

– Untuk pembelian secara langsung menerapkan pembatasan waktu penjualan

– Petugas menggunakan pelindung muka face shield, masker kain dan sarung tangan

– Layout tempat penjualan dengan memberi tanda jaga jarak 1 meter tiap titik antrian

– Membuat akses satu pintu dengan tali rafia, pembedaan pintu masuk dan pintu keluar, alur pergerakan satu arah

– Penempatan fasilitas cuci tangan yang mudah diakses

– Calon pembeli hewan kurban harus menggunakan masker selama di tempat penjualan

– Setiap orang yang masuk dan keluar dari tempat penjualan harus melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan/atau terlebih dahulu menggunakan hand sanitizer kandungan alkohol paling kurang 70%

– Melakukan pengukuran suhu tubuh (screening) di setiap pintu masuk lokasi penjualan dengan alat pengukur (thermogen) oleh petugas/pekerja dengan memakai APD (masker atau faceshield). Setiap yang memiliki suhu tubuh diatas 37,5 C, memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas dilarang masuk lokasi penjualan hewan ternak

– Setiap orang menghindari berjabat tangan atau kontak langsung lainnya, dan memperhatikan etiak batuk/bersin/meludah

3. Protokol pengantaran hewan ternak

a. Potensi resiko:

– Tali hewan

– Bertemu dengan pembeli atau petugas kurban yang belum melakukan tes COVID-19

b. Alat yang dipersiapkan:

– Sarung tangan karet panjang

– Pelindung masker/face shield

– Masker kain

– Hand sanitizer

c. Protokol:

– Petugas menggunakan pelindung muka gace shield, maser kain dan sarung tangan

– Hindari kontak dengan pembeli atau petugas kurban

– Petugas pengantar hewan menurunkan hewan kurban dan mengikuti secara langsung tanpa melibatkan pembeli untuk menghindari kontak

– Menghindari berjabat tangan atau kontak langsung lainnya, dan memperhatikan etika batuk/bersin/meludah

4. Protokol penyembelihan dan pemotongan hewan kurban

a. Potensi resiko:

– Kerumunan saat penyembelihan

– Tali hewan

b. Alat yang dipersiapkan:

Baca juga :  Teks Takbiran Idul Adha 2020 / 1441 H Lengkap

– Pelindung muka/face shield

– Masker kain

– Hand sanitizer

– Sarung tangan

– Fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir

– Lakban untuk batas 1 meter antar petugas saat pemotongan dan pembungkusan daging kurban

– Disenfektan untuk alat pootong

c. Protokol:

– Penyembelihan hewan kurban disarankan dilakukan di rumah potong hewan (RPH). Jika tidak memungkinkan akses RPH, maka boleh dilakukan pemotongan hewan di lingkungan setempat dengan memnuhi protokol kesehatan.

– Melakukan pembatasan di fasilitas pemotongan hewan kurban yang hanya dihadiri oleh panitia

– Petugas penyembelih dan pemotong hewan kurban diukur suhu tubuhnya sebelum bertugas. Petugas yang memiliki suhu diatas 36,5 C atau memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas dilarang bertugas.

– Petugas menyediakan fasilitas CTPS atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol paling kurang 70% di setiap akses masuk atau tempat yang mudah dijangkau

– Penyembeihan hewan dilakukan ditempat terpisah sehingga tidak terlihat oleh hewan lainya untuk menghindari stress pada hewan

– Satu sapi dipotong oleh maksimal 5 orang, 1 penyembelih, 4 yang memegang hewan ternak

– Setelah proses penyembelihan selesai, petugas melakukan aktifitas pengulitan, pencacahan, penanganan, dan pengemasan daging paket kurban dengan menjaga jarak minimal 1 meter antar petugas.

– Petugas menghindari menyentuh muka termasuk mata, hidung, telinga dan mulut sampai dengan mencuci tangan dengan sabun dan air megalir atau gunakan tisu basah jika terpaksa

– Melakukan pembersihan dengan disenfektan terhadap peralatan sebelum dan setelah digunakan, membuang kotoran dan atau limbah pada fasilitas penanganan kotoran limbah

– Setiap petugas yang selesai menyembelih segera membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian) sebelum kontak langsung dengan keluarga/ orang lain.

– Setiap orang menghindari berjabat tangan atau kontak langsung lainnya, dan memperhatikan etiak batuk/bersin/meludah

5. Protokol pendistribusian daging kurban

a. Potensi resiko:

– Pembungkus daging

– Kerumunan distribusi

b. Alat yang dipersiapkan:

– Pelindung muka/face shield

– Masker kain

– Hand sanitizer

– Sarung tangan karet

Baca juga :  Yang Tersisa dari Kurban Kita

– Thermo gun

– Tali rafia untuk batas antar petugas saat distribusi

– Lakukan untuk memberi tanda jaga jarak 1 meter tiap titik antrian

c. Protokol:

– Petugas penyembelih dan pemotongan menggunakan pelindung muka face shield, masker kain dan sarung tangan

– Disarankan pendistribusian daging kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik agar tidak terjadi kerumunan

– Namun jika pendistribusian secara langsung di lokasi kurban, maka dilakukan pengaturan jadwal antrian dengan pembagian waktu bergilir

– Layout tempat pembagian daging kurban dengan memberikan batas jarak 1 meter titik antrian

– Membuat akses satu pintu dengan tali rafia, pembedaan pintu masuk dan pintu keluar, alur pergerakan satu arah

– Penempatan fasilitas cuci tangan yang mudah diakses

– Calon penerima daging kurban harus menggunakan masker selama di tempat pembagian daging kurban

– Setiap orang yang masuk dan keluar harus melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan atau terlebih dahulu menggunakan hand sanitizer kandungan alkohol paling kurang 70%

– Melakukan pengukuran suhu tubuh (screening) di setiap pintu masuk lokasi pembagian daging kurban dengan alat pengukur (thermogun) oleh petugas/pekerja dengan memakai APD (masker atau faceshield). Setiap yang memliki suhu tubuh diatas 37,5 C, memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas dilarang masuk lokasi pembagian daging kurban.

Demikian Protokol Penyembelihan Hewan Kurban di masa pandemi corona dan new normal. (M. Zidni Nafi’)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.