Ragam Seni dalam Agama-Agama Manusia

Ragam Seni dalam Agama-Agama Manusia

Judul: Agama-Agama Manusia Edisi Bergambar

Penulis: Huston Smith

Penerjemah: FX Dono Sunardi & Satrio Wahono

Penerbit: Serambi Ilmu Semesta

Tahun: 2015

Tebal: 433 halaman

ISBN: 978-602-290-053-5

 

Tidak seperti biasanya, buku berisi kajian agama umumnya menyajikan teks yang panjang lebar dan penuh dengan catatan kaki dan daftar referensi. Namun, di buku berjudul Agama-Agama Manusia Edisi Bergambar yang ditulis oleh Huston Smith ini menampilkan sesuatu yang berbeda. Nampaknya, kesengajaan ini diakui penulis, yakni Huston Smith di dalam pengantarnya, dengan menegaskan bahwa buku edisi ini diberi tambahan berupa seni ke dalam agama-agama dunia agar menjadikan buku ini lebih setia terhadap subjek kajiannya. Sebab, di hampir sepanjang sejarahnya umat manusia menemukan teks-teks suci mereka dalam rupa nyanyian, tarian, lukisan dan batu. Menurutnya, visi penting ini terkait erat dengan seni dan sesuatu yang membedakan seni suci dari bentuk seni lain adalah jendela yang dibukakannya ke suatu dunia lain–dunia yang lebih luas, lebih aneh, lebih nyata, dan lebih indah daripada dunia lazimnya kita jumpai.

Hal ihwal keindahan, Plato juga pernah menegaskan bahwa keindahan sebagai “pendar-pendar kebenaran”, dan memang nilai kebenaran dalam seni suci inilah yang menjadikannya agung. Sehingga subjek intinya tidak mesti secara eksplisit berupa agama. Suatu hal yang menjadikannya suci bukanlah apa yang dilukiskannya, tetapi cara seni tersebut membukakan mata hati dan mengajak penikmat seni kepada dunia transendensi, memampukannya untuk melihat seperti apa rasanya hidup dalam ketiadaan diri dan keharmonisan abadi.

Baca juga :  Toko Buku dan Memudarnya Penerbit Buku Keislaman

Bertolak dari visi itulah, di dalam buku ini, penulis banyak menyajikan gambar-gambar di keseluruhan bab tentang titik keberangkatan, Hinduisme, Buddhisme, Konfusianisme, Taoisme, Islam, Yahudi dan Kristen. Adapun teks-teks yang hadir di dalam buku semata-mata berfungsi sebagai semacam komentar bagi seni, menjabarkan visi yang menginspirasinya, sikap dan pernyataan yang seniman tangkap dalam warna dan wujud.

Dengan hadirnya seni dalam menyajikan ide-ide keagamaan dan ilustrasi-ilustrasi yang kebanyakan berasal dari abad pertengahan, seperti menyadarkan kita semua bahwa agama bukanlah genangan air keruh dan kelak akan kering, melainkan aliran air dinamis yang menjadi sumber tempat para pemeluknya melepaskan dahaga. Dengan demikian, sudah sejatinya, kita menaruh rasa hormat begitu dalam terhadap nilai dan kebijaksanaan agama-agama. Selamat membaca! (AU)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *