33 Sanad Bacaan Al-Qur’an dari Rasulullah hingga Ulama Nusantara

Sanad Alquran

Sebelumnya perlu digaris bawahi bahwa qira’ah Al-Qur’an di Indonesia yang paling masyhur adalah qira’ah (bacaan) Imam ‘Ashim dan Qirā’at Sab’ah. Akan tetapi, dalam artikel ini hanya dibahas satu qira’ah saja, yakni qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafsh bin Sulaiman yang sampai kepada ulama Nusantara atau kini Indonesia pada umumnya.

Qira’ah sendiri merupakan perbedaan bacaan yang dinisbatkan kepada salah satu qari’ atau imam dari tujuh atau sepuluh. Riwayat adalah perbedaan bacaan yang dinisbatkan kepada yang meriwayatkan dari qari’ atau imam. Sedangkan thariq adalah perbedaan yang dinisbatkan kepada yang meriwayatkan dari rawi yang di atas.

Sebagai salah satu qira’ah populer di Indonesia, qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafsh sendiri memiliki dua thariq (jalan) yang berbeda. Pertama adalah qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafsh melalui thariqnya ‘Amr bin Shabbah. Thariq ini meriwayatkan bahwa mad jaiz munfasil dibaca pendek satu alif atau dua harakat. Riwayat tersebut sering kali dipakai oleh orang Mesir.

Sedangkan kedua adalah melalui thariq-nya Imam ‘Ubaid bin Shabah. Melalui thariq ini mad jaiz munfasil dibaca panjang sama persis dengan panjangnya mad wajib muttasil, yaitu dua alif atau empat harakat. Dan yang disebut terakhir inilah merupakan jalur sanad bacaan Al-Qur’an yang sampai kepada kita orang Indonesia.

Baca juga :  Berkunjung ke Alquran Terbesar di Dunia

Seorang ulama ahli bidang Al-Qur’an di Nusantara bernama KH Maftuh Bastul Birri dalam Kitab Fudhalā’u Ahāli Al-Qur’ān menguraikan sanad qira’ah atau bacaan Al-Qur’an dari Imam Ashim riwayat Imam Hafsh melalui thariq Imam ‘Ubaid bin Shabah:

  1. Rasulullah Saw.
  2. Lima sahabat, yaitu: ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka’ab, dan ‘Abdullah bin Mas’ud.
  3. Imam Abu ‘Abd al-Rahman ‘Abdullah bin Hubaib al-Sulamy al-Kufi
  4. Imam ‘Ashim bin Abi Najud al-Asadi al-Kufi
  5. Imam Abi ‘Amr Hafsh bin Sulaiman bin Mughirah al-Asadi al-Kufi
  6. Imam Abi Muhammad ‘Ubaid bin Shabbah al-Nahsyali al-Kufi al-Baghdadi
  7. Imam Abi al-‘Abbas Ahmad bin Sahl Asynani
  8. Imam ‘Ali bin Muhammad al-Hasyimi (Abul Hasan al-Hasyimi) yang merupakan guru besar Al-Qur’an di Basrah pada tahun 340 H
  9. Imam Abi al-Hasan Thahir bin ‘Abdul Mun’im bin Ghilbun
  10. Imam al-Hafidz Abu ‘Amr ‘Utsman al-Dani
  11. Imam Abu Dawud Sulaiman bin Najah al-Andalusi
  12. Imam Abi al-Hasan ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali bin Hudzail al-Balsani
  13. Imam Abi al-Qasim al-Syatibi al-Dhariri al-Andalusi al-Syafi’i, beliau bernama lengkap Abu Muhammad Qasim bin Fiyyurah bin Khalf bin Ahmad al-Syatibi.
  14. Imam Abi al-Hasan ‘Ali bin Syuja’ bin Salim al-Syatibi
  15. Imam Abi ‘Abdillah Muhammad bin ‘Abd al-Khaliq al-Mishri al-Syafi’i atau lebih terkenal dengan al-Syaikh Taqiyuddin al-Shaigh al-Mishri al-Syafii.
  16. Imam ‘Abd al-Rahman bin al-Mubarok al-Baghdadi, yakni ‘Abd al-Rahman bin Ahmad bin ‘Ali bin Mubarok al-Baghdadi al-Wasithi.
  17. Imam Abi al-Khair Muhammad bin Muhammad al-Jazari al-Dimasyqa al-Syafi’i atau yang masyhur dengan Imam Ibnu al-Jazari.
  18. Imam Ahmad bin ‘Abd al-Rahman al-Umyuthi yakni, Ahmad bin Asad bin ‘Abdul Wahid al-Umyuthi al-Muqri’ yang terkenal dengan Ibn Asad.
  19. Imam Abi Yahya Zakariyya al-Anshari
  20. Syaikh al-Muqri’ Nasiruddin al-Thablawi (Muhammad bin Salim al-Thablawi Nashiruddin).
  21. Syaikh al-Muqri’ Syahadzah al-Yamani adalah ayah dari Syaikh ‘Abdur Rahman al-Yamani, guru dari Syaikh Ahmad al-Sunbathi dan Syaikh Saifuddin al-Fadhali.
  22. Syaikh al-Muqri’ Saifuddin bin’Atha’ al-Fadholi adalah Syaikhul Qurra’ di Mesir pada zamannya. Dikenal sebagai ulama’ yang mendalam ilmunya.
  23. Syaikh al-Muqri’ Sulthan bin Ahmad bin Salamah al-Mazzah
  24. Syaikh al-Muqri’ ‘Ali bin Sulaiman al-Manshur
  25. Syaikh al-Muqri’ al-Hijazi
  26. Syaikh al-Muqri’ Musthofa bin ‘Abd al-Rahman al-Azmiri
  27. Syaikh al-Muqri’ Ahmad al-Rasyidi
  28. Syaikh al-Muqri’ Isma’il Bastini
  29. Syaikh al-Muqri’ ‘Abd al-Karim bin ‘Umar al-Badri al-Dimyathi
  30. Syaikh al-Muqri’ Muhammad Munawwir bin ‘Abdullah al-Rasyad al-Krapyaki al-Jogjawi
  31. Kyai al-Muqri’ ‘Abdul Qadir bin Muhammad Munawwir al-Jogjawi
  32. Kyai Ahmad Munawwir al-Jogjawi
  33. Kyai Muhammad Maftuh bin Basthul Birri
Baca juga :  Citra Perempuan Ideal dalam Alquran

Demikian keterangan dari Kiai Maftuh tentang sanad qira’at atau bacaan Al-Qur’an dari Rasulullah Saw. hingga ulama Nusantara agar para santri maupun masyarakat umum dapat mengetahui sanad bacaan Al-Qur’annya. Serta bagi mereka yang memiliki sanad akan tetapi menemui perbedaan antara satu dengan lainnya.

Semoga kita semua mampu turut serta meneladani serta menyiapkan generasi masa depan yang berakhlak mulia. Lahum al-Fatihah.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *