Sastra Jawa dan Islam Silam

Sastra Jawa dan Islam Silam

Judul               : Jawa-Islam di Masa Kolonial: Suluk, Santri, dan Pujangga Jawa

Penulis             : Nancy K Florida

Penerjemah     : Nancy K Florida dan Irfan Afifi

Penerbit           : Buku Langgar

Cetak               : 2020

Tebal               : xvi + 262 halaman

ISBN               : 97826239397708

 

Kita mengaku sulit sampai ke pengalaman dan menafsir warisan sastra Jawa kuno. Dulu, kita diperantarai oleh Kapoestakan Djawi (Poerbatjaraka) dan Kalangwan (Zoetmulder). Buku berjudul Sraddha-Jalan Mulia: Dunia Sunyi Jawa Kuno (2013) berisi tulisan-tulisan Kuntara Wiryamartana menambahi bekal mengetahui sastra Jawa kuno.

Mereka memiliki pengetahuan tinggi dan ketekunan mengawetkan warisan sastra agar tersampaikan ke pembaca abad XX dan XXI. Tiga buku mewartakan sastra agung dan mengingatkan adiluhung di Jawa, sejak ratusan tahun lalu.

Kuntara menjelaskan: “Perkembangan sastra Jawa pada abad XVII dan abad XIX sering disebut sebagai ‘renaisans sastra klasik’. Sebutan ‘renaisans’ dalam penelitian-penelitian mutakhir ditolak, jika yang dimaksudkan ‘renaisans’ itu adalah munculnya kegairahan dan kegiatan baru untuk mengkaji sastra Jawa kuno.

Yang terjadi adalah penggubahan karya-karya sastra Jawa kuno yang bermatra kakawin menjadi karya-karya sastra Jawa yang bermatra macapat.” Pendapat berkaitan diajukan Nancy K Florida dalam buku berjudul Jawa-Islam di Masa Kolonial: Suluk, Santri, dan Pujangga Jawa.

Ia menjelaskan: “Bagaimanapun, ini adalah kelahiran kembali dengan hidup yang amat singkat (bahkan mungkin dapat dikatakan mati waktu masih dalam rahim). Karena menjelang akhir abad XIX, filologi kolonial telah menetapkan kesimpulan bahwa berbagai hasil karya terkemuka ‘renaisans’ Surakarta ternyata merupakan terjemahan dan gubahan yang buruk.”

Baca juga :  Puisi Nuriman N. Bayan

Pada masa 1980-an, Nancy tinggal di Solo: menekuni ribuan naskah kuno tersimpan di Keraton Surakarta, Mangkunegaran, dan Radya Pustaka. Tahun-tahun bersama naskah tua berdebu dan keseriusan menguak masa lalu melalui tulisan-tulisan beraksara Jawa.

Ia memiliki kemampuan membaca, membuat catatan-catatan, dan perbaikan dalam pengerjaan katalog. Nancy “mengalami” Jawa dengan kesibukan rutin: membelai atau menggumuli ribuan naskah telah lama terbiarkan di rak dan lemari. Artikel-artikel dibuat mengacu data dan pengalaman diperoleh selama di Solo dan riset-riset di pelbagai tempat.

Ia memilih tokoh besar berpengaruh dalam episode kebangkitan sastra Jawa. Tokoh bernama Yasadipura I, leluhur dari Ranggawarsita. Penilaian Nancy: “Di antara beberapa capaian kesusastraan Yasadipura I, yang paling dipuja adalah terjemahan/gubahan karya klasik Jawa kunonya ke dalam puisi Jawa modern (tembang macapat); utamanya, dia menerjemahkan dan menggubah kembali Bharatayuda, Ramayana, dan Nitisastra dari sastra Jawa kuno dan Bima Suci dari sastra Jawa Pertengahan.”

Pada ulasan berbeda, Yasadipura kondang dan berpengaruh dalam penulisan Serat Menak mengandung ajaran dan pendakwahan Islam. Ulasan-ulasan mengukuhkan gugatan Nancy atas pendapat para sarjana kolonial mengenai sastra agung atau puncak di Jawa mutlak memusat ke pengaruh Hindu-Buddha.

Baca juga :  Manusia Rohani di Zaman Ramai

Peran Yasadipura I sampai Ranggawarsita mengartikan kesantrian atau keislaman menentukan selera gubahan sastra Jawa. Para pujangga abad XVII dan XIX bergumul dalam Islam-Jawa untuk misi bersastra dan mengetahui tatanan baru dalam pengaruh Islam. Para pujangga dan ratusan gubahan sastra justru menjadi pedebatan sengit di kalangan sarjana kolonial dalam menentukan sastra bermutu atau keadiluhungan.

Nancy dalam membaca naskah-naskah sastra Jawa memiliki konklusi-konklusi sering berseberangan dari album pendapat para sarjana kolonial. Pada latar kebesaran Ranggawarsita, Nancy berpendapat: “Dengan kata lain, dengan cara menempatkan ‘Jawa’ dalam bingkai keislaman yang mengatasi Jawa, pujangga keraton neo-klasik tersebut masuk ke dalam ruang diskursif, di mana teks-teks klasik tersebut – kalau ditafsirkan dengan tepat – dapat dipahami sebagai teks Islam, meski para pakar Javanologi kolonial mengagungkkanya sebagai benteng pertahanan kejawaan esensial yang tak islami.”

Pengaruh Islam atau kepesantrenan dalam pembacaan Simuh (2003) bermula dari pendirian kasultanan Demak pada abad XVI. Penulisan naskah-naskah (sastra) memuat ajaran-ajaran Islam menjadi kewajaran. Sastra berdakwah memberi arah berbeda dari sastra Jawa terdahulu dalam pengaruh Hindu-Buddha.

Perbendaharaan Islam mewujud dalam pelbagai gubahan sastra. Pesantren memberi pengaruh bagi keraton dan kalangan priyayi dalam serapan Islam-kejawen meski dalam tatanan agak berbeda dari jalur sastra Jawa-Islam. Di Solo, Nancy membuktikan koleksi naskah berlimpahan adalah bermuatan Islam ketimbang naskah-naskah sastra berkiblat Hindu-Buddha.

Baca juga :  Najwa Shihab dan Persoalan Indonesia

Perhatian besar mengarah ke Ranggawarsita tanpa mengabaikan Yasadipura II dan Mangkunegara IV. Ranggawarsita berpengaruh dan terbaca sampai sekarang berkaitan ramalan. Nancy menerangkan bahwa Ranggawarsita (1802-1873) mula-mula terdidik di keluarga pujangga, bersambung ke pendidikan di pesantren, berlanjut memasuki babak magang kesusastraan di Keraton Surakarta.

Teks biasa diingat dan berulang dibicarakan adalah Serat Kala Tidha, sejak masa kolonial sampai Indonesia “terbukti” merdeka. Amir Rochkyatmo dalam buku berjudul Kalatidha: Guratan Luka Seorang Pujangga (2002) membenarkan bahwa gubahan sastra itu “puncak luka” berlatar abad XIX dan derita tak tertanggungkan dalam tata kekuasaan di Jawa.

Serat Kala Tidha digubah pada 1873. Pembacaan kritis dan rumit oleh Nancy menghasilkan tafsir: “Tulisannya menampilkan sejenis memori yang hidup, memori aktif yang tidak menyangkal diskontinuitas yang dibawa modernitas, tetapi juga tidak diatasi olehnya.”

Tulisan-tulisan Nancy hasil dari pergumulan mendalam bersama ribuan naskah kuno. Kita berperan sebagai pembaca memiliki kagum dan penasaran mungkin susah dituruti. Begitu.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *