Sepanjang Azan Berkumandang

Sepanjang azan berkumandang

Ada degup sunyi di dalam batin

Mulai menyapu diri

Kalau-kalau masih ada debu yang melekat pada tubuh.

 

Sepanjang azan berkumandang

Batin-batin mulai merapal

Setiap jejak langkah yang sudah usai

Barangkali pernah sekali jiwa bergelut dengan kelut.

 

Sepanjang azan berkumandang

Setiap mata mulai dibersihkan

dari nikmat dan kemolekan dunia

hingga menjebak pada suatu pojok yang jahanam.

 

Setiap azan berkumandang

Ada damai yang mengawang

Diiringi simponi semesta

Mengantar setiap insan menuju batas suci musolah.

 

Ende, 8 Oktober ’19.

Baca juga :  Labirin Karantina
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.