Surat Terbuka

mungkin surat terbuka

aku menulisnya di sebuah dinding

wajah dari buku dunia, kau turut

membaca. bersama ratusan orang

pejalan dekat tembok itu

 

lalu kau hadiahi aku yang dibeli

di pasar tradisional; ramai subuh

dan petang. “kubeli ini karena

kau merindukan, seperti surat

terbuka,” katamu. aku pun

mengeluarkan dari plastik besar

 

dan, hadiah yang kuterima

kini sangat kubutuhkan. saat

sirkus pandemi corona menggelar

pertunjukannya di manamana

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *