Tanggapan Gus Baha Soal Wacana Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Maimoen Zubair

gus baha dan kh maimoen zubair

IQRA.ID – Pada penghujung tahun 2020 muncul wacana tentang pengajuan gelar pahlawan nasional untuk ulama kharismatik almarhum almaghfurlah KH Maimoen Zubair. Ada beberapa pendapat para tokoh tentang wacana pemberian pahlawan nasional kepada kiai Nahdlatul Ulama yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang itu.

Salah satunya yakni KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang memberikan tanggapan atas wacana tersebut. Gus Baha, begitu akrab disapa, mendukung gerakan untuk meminta negara menganugerahkan gelar kepahlawanan untuk Mbah Moen.

Baca juga :  Istri Gus Baha, Putri Kiai Pesantren Sidogiri
Baca juga :  Gus Baha Pertama Kali Kalah Debat dengan Santri

Hal itu disampaikan Gus Baha di sela-sela mengisi ceramah dalam peringatan Dzikir dan Tabligh Akbar Nasional dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar virtual oleh DPP PPP pada Kamis (17/12) malam, sebagaimana dikutip dari Republika.

“Kita mengidolakan hadratussyaikh KH Maimoen Zubair dan hari ini ada gerakan mendukung beliau sebagai pahlawan Nasional,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran LP3IA Narukan Rembang itu.

Dalam kesempatan itu Gus Baha pun meminta DPP PPP turut serta mendorong pemberian gelar pahlawan kepada KH Maimoen Zubair. Terlebih sepanjang hidup hingga akhir hayatnya, KH Maimun Zubair tetap berkhidmat pada PPP.

“Saya termasuk orang yang mendukung gelar kepahlawanan itu. Di forum itu juga saya meminta sekaligus pada DPP PPP untuk ikut membantu. Meskipun saya tahu beliau tidak butuh itu. Tapi kita butuh bahwa negara ini akan berhubungan baik dan selalu baik dengan ulama, dengan tokoh-tokoh agama,” kata Gus Baha.

Almarhum KH Maimoen Zubair yang lahir pada 28 Oktober 1928 punya banyak kontribusi terhadap bangsa Indonesia. Semasa mudanya putra dari Kiai Zubair Dahlan itu juga turut serta bergerilya dalam mengusir penjajah.

Baca juga :  Kisah Menarik Gus Imam Lirboyo, Santri Pertama KH Maimoen Zubair
Baca juga :  Riwayat Hidup KH Maimun Zubair

Mbah Moen, begitu akrab disapa, tak hanya dikenal sebagai ulama yang mumpuni dalam berbagai disiplin ilmu. Ia juga seorang politisi yang sangat disegani, yakni sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang selama tujuh tahun pada 1971-1978. Kemudian, diangkat menjadi anggota MPR RI sekitar 1987-1999.

KH Maimoen Zubair meninggal pada 6 Agustus 2019 di Makkah, Arab Saudi, pada usia 90 tahun saat sedang menunaikan ibadah haji. Ia dikuburkan di pemakaman Ma’la, area peristirahatan terakhir beberapa sahabat dan keluarga Nabi.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *