Teks Takbiran Idul Adha 2020 / 1441 H Lengkap

Teks takbiran idul adha 1441

Berikut ini teks lantunan takbiran Hari Raya Idul Adha 2020 / 1441 H secara lengkap. Umat Islam di seluruh dunia bersuka  cita ketika tiba hari raya. Selain bisa berkumpul dengan bersama keluarga tercinta, hari raya juga semakin meriah sebab semua masjid pada malam harinya bergemuruh lantunan takbir.

Waktu Takbiran

Mengenai waktu kapan Takbiran Idul Adha dimulai, yakni sejak waktu subuh pada hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah. Sedangkan waktu berakhirnya, yakni saat datangnya waktu Ashar pada akhir hari Tasyrik atau tanggal 13 Dzulhijjah.

Berbeda dengan Takbir Idul Fitri yang mana waktunya dimulai dari terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan hingga menjelang imam memimpin sholat Id. (Lihat kitab Fathul Qorib h. 19)

Baca juga :  Idul Adha, Momentum Menyembelih Sifat Kebinatangan Manusia
Dalil Al-Qur’an dan Hadits tentang Takbiran Hari Raya

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangan puasa dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Beberapa mufasir Al-Qur’an menerangkan bahwa ayat di atas berkaitan dengan takbir pada malam Idul Fitri yang mana sebelumnya didahulu dengan berpuasa pada bulan suci Ramadhan. Hal ini kemudian diqiyaskan pada takbiran Idul Adha, akan tetapi waktunya yang berbeda.

Sementara itu, tidak ada hadits shahih yang menjelaskan tentang perintah takbir pada hari raya. Beberapa hadits yang dikategorikan dhoif yang sering dirujuk yakni sabda Rasulullah saw.:

اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما

“Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya karena hal dapat melebur dosa-dosa.”

زينوا اعيادكم بالتكبير

“Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir.”

Baca juga :  Ajaran Silaturahim Menurut Tafsir Al-Qur'an
Hukum Takbiran

Kendati tidak ada hadits shahih tentang takbiran hari raya, mayoritas ulama sepakat bahwa hukum membaca Takbir Hari Raya pada waktu yang telah ditentukan adalah sunnah. Takbiran bisa dilafalkan sendiri maupun bersama-sama, baik itu di rumah, masjid, pasar, tempat kerja, saat berkendara jalan, dan lain-lain. (Lihat kitab Fathul Qorib h. 19)

Bagaimana soal hukum takbir keliling? Tidak ada keterangan jelas dalam fiqih mengenai hal tersebut. Yang jelas, takbiran disunnahkan, dapun keliling dengan jalan kaki maupun kendaran itu merupakan tradisi di masyarakat tertentu. Hal itu bisa boleh, bisa juga tidak boleh alias dilarang sebab terkait dengan ketertiban umum.

Baca juga :  Niat Sholat Idul Adha Arab Latin Beserta Artinya
Lafal Takbiran 

Berikut teks lantunan takbiran Hari Raya Idul Adha 2020 / 1441 H secara lengkap:

اَللهُ اَكْبَرْ، اَللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ

اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيْلاً, لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَلَانَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ, مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْن, وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُونَ, لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ, وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ, لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Teks Takbiran

Baca juga :  Niat Mandi Idul Adha dan Tata Caranya
Baca juga :  Dzulhijjah di Mata Sufi

Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji. Dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafirmembencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke-Esa-an-Nya. Dia dzat yang menepati janji, Dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke-Esa-an-Nya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah.

Demikiam lafal takbir pada malam hari raya Qurban. Semoga kita mendapatkan keberkahannya. Amin. Wallahu a’lam. (M. Zidni Nafi’)

Baca juga :  Fitrah Manusia dalam Islam Berdasarkan Tafsir Al-Qur’an
There are 2 comments for this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *