Tema Hari Santri 2020: Santri Sehat Indonesia Kuat

Tema Hari santri 2020

IQRA.ID, Jakarta – Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Hari Santri 2020 akan mengusung tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Hal ini sebagaimana dirilis oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, di Jakarta, Kamis (01/10).

“Kami berketetapan mengambil tema Santri Sehat, Indonesia Kuat, karena pada peringatan Hari Santri tahun ini akan dilaksanakan dalam suasana pandemi. Tema ini diharapkan dapat memberi motivasi bagi anak-anak santri untuk tetap menjaga kesehatannya dan tetap melaksanakan protokol kesehatan agar pondok pesantren itu benar-benar menjadi tempat yang aman bagi para santri,” kata Wamenag.

Wamenag menuturkan, saat ini faktanya terdapat pondok pesantren yang telah menjadi klaster penyebaran Covid-19. “Ada 27 Pesantren dari 10 Provinsi di Indonesia, sebanyak 1.489 santri positif Covid-19, 969 dinyatakan sembuh, 519 dalam perawatan, dan 1 orang meninggal dunia,” papar Zainut Tauhid, sebagaiamana dilansir situs resmi Kemenag.

Untuk itu Kemenag pun tidak tinggal diam. Wamenag menyampaikan Kemenag terus melakukan koordinasi dan mencari berbagai solusi untuk dapat menjaga pondok pesantren dari risiko penyebaran Covid-19.

Zainut menyebutkan, terakhir pada Rabu 30 September 2020, Kemenag telah mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait penanganan klaster covid-19 di pesantren. Dalam rapat tersebut, Kemenag menyampaikan beberapa usulan, di antaranya merekomendasikan untuk membentuk Task Force guna mengatasi klaster covid di pesantren.

“Task force ini berisi tim gabungan dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Gugus Covid, dan juga pihak pesantren serta ormas-ormas Islam. Kenapa harus dilibatkan ormas Islam? Agar penanganan covid di pondok pesantren ini bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik,” urainya.

Hal ini menurutnya akan mempermudah komunikasi dan sosialisasi penanganan covid-19 di pondok pesantren. “Misalnya, ada informasi masih ada suatu pondok pesantren yang menolak untuk dilakukannya rapid misalnya. Ada pondok pesantren yang tidak percaya adanya covid. Ini perlu adanya sosialisasi (dengan pendekatan khusus), agar ada pemahaman dari masyarakat pondok pesantren bahwa covid ini adalah suatu penyakit yang berbahaya,” imbuhnya.

Berkaitan dengan gelaran hari santri 2020, Wamenag menjelaskan, semua giat hari santri disesuaikan dengan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah, dilakukan secara virtual, untuk menjaga kesehatan santri dan pengasuh Ponpes.

“Ingat, selalu terapkan protokol kesehatan. Karena sedang masa pandemi, maka semua peringatan hari santri harus menerapkan protokol kesehatan. Perhatikan untuk selalu menjaga jarak,” pesan Wamenag. (M Arif Efendi/Indah Limy)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *