Inilah Alasan Gus Baha Sebagai Ulama Tidak Punya Nomor WA

Ulama ahli Qur’an dan Tafsir asal Kab. Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha  dalam suatu majelis ngaji pernah mengungkapkan alasan mengapa beliau sebagai ulama tidak mempunyai nomor WA (WhatsApp).

Berikut ungkapan Gus Baha:

Dulu tidak ada WA, makanya sampai sekarang tidak punya WA, karena saya ulama.

Sesuatu yang dilihat pasti mendikte kita. Beda kalau yang tidak pakai WA ya kan.

Mikir apa kita yang menentukan. Kalau WA-nan kan kita yang ditentukan.

Mau mikir anaknya butuh apa, gara-gara WA ada informasi di Jakarta jadi ikut mikir Jakarta.

Padahal secara kewajiban, ngapain kamu orang Malang mikir Jakarta.

Baca juga :  Istri Gus Baha, Putri Kiai Pesantren Sidogiri
Baca juga :  Gus Baha: Punya Istri Galak Itu Berkah, Banyak Kebaikan

Gara-gara WA, mikir Jakarta belum selesai ada berita di Sulawesi, ikut mikir Sulawesi, habis itu mikir NTT.

Makanya, semua orang sekarang merasa tokoh nasional gara-gara informasi yang masuk nasional.

Jadi, meskipun RT ikut mikir, “Gimana Gus, Indonesia?” RT loh, sampai lupa kalau dia RT.

Jadi, semua orang merasa tokoh nasional. Itu gara-gara apa coba?

Akhirnya semua orang juga punya ide tentang nasional, “Harusnya negara begini-begini….”

Ribet kan…?!

Sampai sekarang pun saya tidak punya. Makanya lewat adik.

Link Gus Baha versi video:

Gus Baha – Tidak Punya Nomor WA

Baca juga :  50 Kata Kata Bijak Gus Baha
Baca juga :  5 Quotes Gus Baha tentang Jodoh
Baca juga :  10 Quotes Gus Baha tentang Istri
Baca juga :  8 Quotes Gus Baha tentang Cinta
Baca juga :  10 Quotes Gus Baha tentang Hidup Bahagia
Baca juga :  Alasan Gus Baha Pernah Tolak Bantuan Uang Miliaran untuk Pembangunan Pesantren
Baca juga :  Inilah Alasan Gus Baha Menolak Ditawari Gelar Doktor Honoris Causa
Baca juga :  Cerita Gus Baha Dulu Pernah Tolak Tawaran Menjadi Syuriyah PBNU
Baca juga :  Ngaji Gus Baha: Maksud Tanda Hitam di Jidat Bekas Sujud
Baca juga :  Cerita Gus Baha Didebat Orang Wahabi Soal Tanggal Kelahiran Nabi
Baca juga :  Gus Baha Pertama Kali Kalah Debat dengan Santri
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *