Tiga Bentuk Sabar bagi Pelajar Menurut Kitab Nashaihul Ibad

tiga bentuk sabar bagi pelajar menurut kitab nashaihul ibad

Sabar adalah kemampuan diri untuk menerima sesuatu yang telah ditetapkan-Nya, tanpa menafikan usaha dan upaya. Dalam kesabaran ada ketabahan, kepasrahan, ketenangan, dan tawakal.

Manusia yang memiliki sifat sabar selalu yakin dan optimis bahwa penderitaan yang berkepanjangan, yang seakan tidak berkesudahan, pasti pada akhirnya akan bermanfaat baginya di dunia dan akhirat kelak.

Kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi adalah kitab yang sudah sangat dikenal dalam dunia pesantren. Beliau mengajak kita, terutama para pemuda, untuk menjadi hamba yang santun dan bijak dalam mencari ilmu. Dengan harapan agar dalam mencari ilmu tidak hanya memperoleh pemahaman saja, namun juga keberkahan dari ilmu.

Beliau menjelaskan beberapa jenis sabar yang harus dimiliki seorang penuntut ilmu.

Bersabar terhadap Keputusan Allah

Seorang penuntut ilmu harus bersabar kepada Allah atas segala keputusan-Nya dan menahan diri terhadap segala sesuatu yang telah menjadi pilihan Allah Swt. Penuntut ilmu harus konsisten akan bersabar dan harus berprasangka baik kepada Allah Swt.

Dalam kitab Nashaihul ‘Ibad dikisahkan bahwa Nabi bertanya kepada para sahabat. “Apakah tanda keimanan kalian?”

Para sahabat menjawab, “Kami bersabar dalam menghadapi musibah, kami bersyukur atas nikmat di waktu kelapangan, dan rela menerima semua ketetapan Allah.” Lalu Nabi bersabda: “Kalau begitu kalian benar-benar orang mukmin yang sebenarnya. Demi Tuhan pemilik kakbah.” (An-Nawawi, tt:13)

Baca juga :  Etika Bercanda dalam Islam

Yakin dan bersabar atas keputusan Allah adalah meyakini bahwa seluruh keputusan Allah terjadi pada pihak yang paling tepat, paling adil, paling baik, dan sempurna. Pesan sabar ini perlu disampaikan kepada para penuntut ilmu khususnya para kaum millenial. Dengan konsep sabar ini mereka akan tertuntut menjadi manusia yang bijaksana dalam segala hal yang menimpa padanya

Bersabar terhadap Diri Sendiri

Seorang pencari ilmu membutuhkan ketekunan dalam mengambil ilmu yang diberikan oleh kiai ataupun guru yang ada di lembaga pendidikan. Menuntut ilmu pasti menguras otak, tenaga, dan waktu.

Harus dipahami bahwa untuk memperoleh ilmu harus disertai dengan usaha, kerja keras dan komitmen. Dan ini semua adalah komponen sabar.

Di dalam kitab Nashaihul Ibad dikatakan: “Orang yang tidak memiliki sopan santun berarti dia tidak berilmu. Orang yang tidak sabar berarti ia tidak menghayati agamanya. Dan orang yang tidak memiliki sifat wara’, berarti tidak memiliki derajat.” (H.R. Bukhori dan Muslim).

Allah Swt berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 153: “Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 153)

Risalah Bersabar menahan diri ini sangat relevan dengan para penuntut ilmu pada zaman ini. sebab tidak sedikit generasi millenial yang ketika mengambil keputusan lebih mengedepankan sisi emosional daripada akal sehat, dan kurang memikirkan akibat ke depannya atas keputusan yang diambil.

Baca juga :  Zaman Disrupsi: Peradaban Bangsa yang Mulai Tergerus
Bersabar terhadap Lingkungan Sekitar

Selain bersabar terhadap keputusan Allah dan diri sendiri, seorang penuntut ilmu juga harus sabar terhadap lingkungan sekitar. Sebab, Seorang penuntut ilmu akan berjumpa dengan orang di sekitarnya, entah itu guru, atau penuntut ilmu lainnya yang sedang belajar seperti mereka.

Ketika mereka hidup bersama dalam sebuah lingkungan, maka akan banyak sifat yang dimiliki oleh masing-masing pribadi. Di sini seorang penuntut ilmu perlu bukan hanya sabar, melainkan juga harus pandai-pandai memilih teman.

Islam tidak melarang berteman dengan orang dari latar belakang apa pun, tetapi dalam menuntut ilmu kita dituntut untuk memilih teman yang baik. Kita juga harus saling membantu satu sama lain ketika ada salah satu yang merasa kesusahan dengan ikhlas dan sabar. Wallahu a’lam bis shawab.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.