Tiga Kisah tentang Bismillahirrahmanirrahim

Membaca basmalah (Bismillahirrahmanirrahim) di dalam melakukan sesuatu sangatlah penting. Rasulullah mengatakan, “Segala sesuatu yang baik yang tidak diawali dengan Bismillahirrahmanirrahim maka terputus berkahnya.” Banyak kisah tentang keutamaan orang yang membaca basmalah, dan berikut adalah tiga kisah basmalah yang termaktub dalam kitab An-Nawadir karya Syihabuddin Qalyubi.

Kisah pertama:

Diceritakan ada seorang perempuan yang memiliki suami munafik. Setiap mau melakukan sesuatu, perempuan itu selalu membaca basmalah. Suatu hari sang suami berkata kepada perempuan tersebut, “Saya akan melakukan sesuatu yang membuatmu malu.” Ia kemudian memberi sebingkis barang dan meminta sang istri untuk menyimpannya.

Ketika perempuan itu pergi, diam-diam sang suami mengambil bingkisan yang telah ia berikan lalu ia buang ke dalam sumur di rumahnya. Tidak lama kemudian laki-laki itu meminta bingkisan itu kepada istrinya. Tentu ia sengaja melakukan itu untuk mencari-cari kesalahan sang istri. Perempuan itu lalu pergi mengambil bingkisan sesuai dengan tempat dulu ia menyimpan.

Ketika hendak mengambil bingkisan tersebut, perempuan itu mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Seketika Allah memerintah Jibril untuk segera turun dan mengembalikan bingkisan yang telah dibuang ke sumur ke tempat semula. Perempuan itu pun dapat mengambil bingkisan tersebut dan ia berikan kepada sang suami.

Melihat kejadian itu, sang suami terheran-heran. Ia telah mengambil dan membuangnya ke dalam sumur, namun ternyata istrinya bisa menunjukkan bingkisan itu. Ia pun kemudian bertaubat kepada Allah.

Kisah kedua:

Ada seorang laki-laki Yahudi yang sangat mencintai perempuan Yahudi. Saking cintanya, laki-laki itu seperti orang gila, makan dan minum tidak enak. Maka pergilah ia kepada Atha Al-Akbar dan meminta saran atas apa yang dialaminya.

Atha kemudian menuliskan basmalah pada secarik kertas dan berkata, “Bacalah ini, siapa tahu Allah menghiburmu dan memberimu rizki.” Setelah membacanya, laki-laki Yahudi itu berkata: “Wahai Atha, aku telah menemukan manisnya iman, telah jelas cahaya di hatiku, dan aku telah melupakan perempuan itu.”

Maka laki-laki itu kemudian masuk Islam berkat bacaan basmalah tersebut.

Kabar keislaman laki-laki itu ternyata didengar oleh perempuan Yahudi. Maka datanglah perempuan tersebut menghadap Atha dan berkata: “Wahai pemimpin orang-orang Islam, tadi malam aku bermimpi didatangi seseorang dan orang itu berkata kepadaku, ‘kalau kamu ingin melihat tempat tinggalmu di surga, datangilah Atha, dia akan memperlihatkan tempat tinggalmu’.

Aku sungguh telah mendatangimu, maka katakan kepadaku, di mana surga itu?” Atha kemudian menjawab, “Kalau kamu menghendaki surga, maka yang pertama harus kamu lakukan adalah membuka pintunya lalu masuk ke dalamnya.”

“Bagaimana aku membuka pintu surga?” Bertanya perempuan itu.

Atha menjawab, “Dengan perkataan Bismillahirrahmanirrahim.” Perempuan itu kemudian melafalkan basmalah. Setelah melafalkan basmalah berkata perempuan itu, “Hai Atha, sungguh aku telah menemukan cahaya di dalam hatiku dan aku telah melihat istana Allah.” Perempuan itu lalu masuk Islam berkat basmalah.

Perempuan itu kemudian pulang ke rumahnya dan ketika malamnya tidur, ia bermimpi masuk surga dan melihat tempat tinggal dan kubah-kubahnya.  Di sana terdapat sebuah kubah yang di atasnya tertulis “Bismillahirrahmanirrahim laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah”. Dia membaca kalimat tersebut dan tiba-tiba terdengar suatu panggilan.

“Wahai perempuan yang membaca (basmalah dan seterusnya) demikianlah sungguh Allah telah memberimu segala hal dari apa yang telah kamu baca.” Perempuan itu kemudain berhenti membaca, dan berkata: “Tuhanku, aku telah masuk surga, maka keluarkanlah aku dari sana. Ya Allah semoga Engkau mengeluarkanku dari kesengsaraan dunia dengan kekuasaanmu.”

Ketika perempuan itu selesai berdoa, tiba-tiba rumahnya ambruk dan ia mati syahid. Allah merahmati perempuan itu berkat Bismillahirrahmanirrahim.

Kisah ketiga:

Abi Muslim Al-Khaulani memiliki seorang budak perempuan yang sangat membencinya. Budak perempuan itu suatu ketika memberi racun pada minuman yang disuguhkan kepada Abi Muslim, namun racun tersebut ternyata tidak berdampak apa-apa. Budak perempuan itu mengulangi lagi perbuatannya namun hasilnya tetap sama.

Ketika berkali-kali memberi racun tetapi sama sekali tidak membahayakan Abi Muslim, budak perempuan itu kemudian berkata kepadanya: “Sungguh aku telah memberi racun pada minuman-minumanmu sejak lama, namun itu tidak berdampak apa-apa buat kamu.”

“Menurutmu kenapa?” bertanya Abi Muslim pada budak perempuannya.

Perempuan itu menebak, “Apakah karena engkau telah menjadi syekh yang besar?”

Abi Muslim berkata, “Setiap hendak makan dan minum aku selalu membaca Bismillahirrahmanirrahim.”

Abi Muslim kemudian memerdekakan budak perempuan tersebut.

Demikianlah tiga kisah tentang Bismillahirrahmanirrahim. Kisah-kisah itu mempertegas apa yang disampaikan oleh Rasulullah mengenai pentingnya membaca basmalah di dalam melakukan sesuatu. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah ini.

There is 1 comment for this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *