Tradisi Ngejot di Bali: Menjaga Keharmonisan

Memberi adalah ekspresi kebahagiaan seseorang dikarenakan mempunyai kelebihan rezeki atau juga dalam rangka rasa syukur dengan menyelenggarakan pengajian atau semisalnya.

Kegiatan ini, di Bali dikenal dengan istilah ngejot yang mempunyai arti “memberi” dengan jenis pemberian berupa makanan, buah-buahan, jajanan dengan khas tradisional.

Istilah memberi ini di daerah Bekasi yang mempunyai dua suku yaitu Betawi dan Sunda dikenal istilah nyorog biasanya dilakukan sehari sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri dengan membawa opor, ketupat, dan jajanan khas daerah.

Keduanya mempunyai rasa berbagi yang saling menguatkan dan menjaga hubungan yang baik antara sesama. Tradisi yang sudah lama terjalin dengan baik seyogyanya dapat terus dirawat dan dijaga.

Tradisi Ngejot yang sudah ada sejak masa kerajaan, ratusan tahun silam di Bali mempunyai dampak yang positif bagi masyarakat yang notabene adalah mayoritas Hindu dan tidak ada unsur memaksa untuk pindah keyakinan.

Kerukunan yang terjalin dengan tradisi ini membuahkan rasa toleransi, sikap saling membantu, dan kebersamaan dalam lingkungan sosial masyarakat.

Dengan adanya Ngejot, nyorog, ataupun hadiah ketiganya memiliki makna saling memberi, menguatkan rasa kebersamaan walaupun berbeda agama. Sehingga memberikan nilai-nilai keharmonisan bagi kehidupan sehari-hari.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.