Ulama Jambi (2): Ulama-Ulama Yang Mengarang Kitab

Ulama-Ulama Yang Mengarang Kitab
Banyak sekali ulama-ulama yang mengarang kitab. Salah satunya ulama dari Sumatera. Kita bisa menelusuri karya-karya mereka. Bahkan kitab-kitab mereka tidak hanya masyhur di Sumatera, tapi juga di pulau Jawa.
Di Aceh, ada  Syekh Hamzah al-Fansuri, salah satu karyanya “Asrar al-Arifin”. Ada juga Syekh Syamsuddin as-Sumatrani, menulis “Thariq al-Salikin”. Syekh Nuruddin ar-Raniri, menulis “Jawhar ‘Ulum”. Syekh Abdurrauf As-Sinkili menulis “Turjuman al-Mustafid”.
Di Padang, ada Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi menulis “Rudhatul Husab fi ‘Ilmil Hisab”, Syekh Yasin bin Isa al-Fadani “Al-Fawa’id al-Janiyyah ‘ala Qawaid al-Fiqhiyyah”, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli “Al-aqwalul Mardiyyah” dan lain-lain
Di Palembang, ada Syekh Abd Shamad al-Falimbani, salah satu karyanya “Hidayat al-Salikin”. Di Riau, ada Syekh Abdul Karim bin Muhammad Nur, menulis “Sifat 20”. Sedangkan di Medan,  ada Syekh Musa Pagur Mandailing,  menulis “Luqthah Mardiyah”. Di Bengkulu, ada KH. Ibrahim Hosen. Di Lampung ada H. Sulaiman Rasjid. Di Bangka Belitung, ada KH. Abdul Basith, dan lain-lain.
Para Ulama Jambi dan Karyanya 
Sementara di Jambi sendiri, kurang lebih ada sekitar 33 ulama Jambi yang mengarang kitab. Itu pun pasti belum mencakup seluruhnya. Sebenarnya beberapa ulama bukan asli dari Jambi, tetapi mengulas kitab yang ada kaitannya dengan Jambi.
Misalnya,  Tuan Guru Reteh atau disebut Syekh Abdurrahman Ya’qub, ulama dari Indragiri Hilir, Riau, yang menikah dengan Hj. Rugayah dari Merlung, Jambi. Syekh Abdurrahman Ya’qub, mempunyai karya tulis di antaranya: Nail al-Amani li Ma’rifah al-Auqat al-Syar‘iyah (tentang ilmu falak).
Sementara itu, di Indragiri Riau, ada ulama dikenal dengan nama “Abdurrahman”. Mereka adalah Syekh Abdurrahman Ya’qub, Syekh Abdurrahman Sidiq (Tuan Guru Sapat), dan Syekh Abdurrahman bin Bakri Al-Quntuni (Pak Uan).
Ada juga yang kedua orangtuanya berasal dari Jambi, tetapi saat ia besar tinggal di luar Jambi. Misalnya, Haji Sa’id Haji Ibrahim. Ia besar di Malaysia, dan menjadi mufti di Sabah. Ia pernah juga mengenyam pendidikan di Madrasah Nurul Iman, Jambi. Memiliki karya antara lain “Manhaj Ilmu Fiqh”.
Ulama Mekah yang Berkarya di Jambi 
Ulama yang mengajar di lembaga pondok maupun madrasah di Jambi, ada Syekh Muhammad Ali Al-Makki. Ia datang dari Mekah pada tahun 1925, dan mengajar di Madrasah Nurul Iman. Di antara karyanya yang sangat terkenal di Nusantara, “InnaratuDuja Syarah Tanwirul Hija Nadzam Safinatu Naja”.
Selain Syekh Al-Maliki, Syekh Said Al-Yamani, dan kedua putranya; Syekh Hasan Al-Yamani dan Syekh Salih Al-Yamani juga mengajar di madrasah Nurul Iman.
Sebenarnya, Syekh Said Al-Yamani beserta keluarganya, sebelum ke Jambi, pertama kali singgah ke Campalagian, Sulawesi Barat. Di sana ada muridnya, yaitu Syekh Muhammad Arsyad Maddappungan, yang sewaktu di Mekah berguru kepadanya.
Syekh Said Al-Yamani juga pernah berkunjung di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia bertemu Hadratussyakh Hasyim Asy’ari. Saat itu, Mbah Hasyim sedang menulis kitab “Adab al-Alim wa al-Muta’alim”. Kitab tersebut diberi kata sambutan oleh Syekh Said Al-Yamani dan Syekh Hasan Al-Yamani, yang terlampir di akhir halaman kitab.
Konon, cerita kedatangan Syekh Said Al-Yamani beserta keluarga ke Indonesia, melalui mimpinya bertemu Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Saat itu, di Mekah sedang berkejolak isu Wahabi. Salah satu yang menjadi targetnya adalah Syekh Said Al-Yamani.
Untuk penulis kitab, bisa disebut asli dari Jambi di antaranya KH. Abdul Qadir pendiri ponpes As’ad, Syekh Abdul Majid bin Abdul Ghaffar Al-Jambi dan lain-lain. Lebih lekapnya di dalam buku ini. Waallahu A’lam.
Baca juga :  Belajar Politik Kepada Ibnu Bajjah Melalui Perenungan
be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.