Waktu yang Paling Baik untuk Belajar Menurut Tradisi Pesantren

Belajar adalah kewajiban bagi siapapun terutama bagi orang muslim. Dalam proses belajar, ternyata ada waktu-waktu yang paling baik (ideal) digunakan untuk menghafal, menulis, atau membahas tentang ilmu. Oleh sebab itu, pelajar sudah semestinya tahu waktu-waktu apa saja yang sebaiknya digunakan untuk belajar secara maksimal.

Berikut ini adalah waktu yang paling baik digunakan untuk belajar berdasarkan tradisi pesantren yang diajarkan oleh pendiri organisasi Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim (اداب العالم والمتعلم).

  • Waktu sahur digunakan untuk menghafalkan.
  • Waktu pagi digunakan untuk membahas pelajaran.
  • Waktu tengah hari digunakan untuk menulis.
  • Waktu malam digunakan untuk meninjau ulang dan mengingat pelajaran.
Baca juga :  Dari Gus Mus, Kita Belajar Mencintai Negeri

Sedangkan tempat yang paling baik digunakan untuk menghafalkan adalah di dalam kamar dan setiap tempat yang jauh dari hal-hal yang bisa membuat seseorang mudah lupa.

Selain itu, tidak baik menghafalkan pelajaran di depan tumbuh-tumbuhan, tanaman-tanaman yang hijau, di tepi sungai, dan di tempat-tempat yang ramai. (MZN)

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.