Yang Terlupakan dari Zaman Keemasan Peradaban Islam (3)

Photo: Wikiwand

León, musim gugur tahun 957 M. Sancho baru saja mewarisi tahta León, sebuah kerajaan Kristen di wilayah utara Spanyol. Tapi para bangsawan dan rakyat istana lebih mengejek Sancho daripada menghormati dan mentaatinya, hanya karena tubuh Sancho yang sangat gemuk akibat obesitas. Mereka bukan menyebut Sancho dengan El Rey (sang raja), tapi malah menyebutnya El Craso (si gemuk).

Hanya karena penyakit obesitas itu, sebagian bangsawan menilai Sancho sebagai kutukan, kena rasukan setan, pembawa sial, dan oleh karenanya ia harus digulingkan. Mereka tidak pernah berpikir kalau penyakit obesitas itu dapat diobati secara medis, sebab pada saat itu tidak ada balai pengobatan, tidak ada akademi medik, tidak ada institusi keilmuan di wilayah-wilayah Kristen Spanyol–juga seluruh wilayah Eropa Barat lainnya. Masyarakat di sana lebih percaya mitos daripada ilmu.

Sancho pun mendengar kabar dari ibunya jika di wilayah selatan Spanyol (Andalus) yang Muslim ada banyak balai pengobatan segala jenis penyakit, ada banyak akademi medik yang terdapat hampir di setiap kota, utamanya di ibu kota Kordoba. Semua itu terkelola dengan sangat baik dan maju di bawah pemerintahan kerajaan Muslim.

Sancho beserta ibunya lalu menuju Kordoba untuk mencari pengobatan. Penguasa Muslim, Sultan Abdurrahman III, menyambut Sancho dan rombongannya sebagai tamu terhormat. Sang Sultan menyuruh mereka tinggal di dalam lingkungan istananya yang megah dan indah dan menjamu mereka dengan sebaik-baiknya.

Baca juga :  Yang Terlupakan dari Zaman Keemasan Peradaban Islam (2)

Abdurrahman III juga memerintahkan Hasday ibn Shaprut, seorang Yahudi yang menjadi dokter dan menteri kesultanan, untuk mengobati Sancho dan merawatnya sebaik-baiknya. Hasday pun bekerja dengan sangat telaten, hingga tak lebih dari setengah tahun, Sancho telah menurunkan berat badannya secara drastis. Sancho kini tampak ramping dan gagah.

Setelah itu, Sancho pun pulang ke León dan mengklaim kembali tahta kerajaannya. Ia juga menandatangani perjanjian persahabatan dengan Sultan Abdurrahman III. Di kemudian hari, Sancho mengutus puluhan kerabat dan rakyatnya untuk pergi belajar di akademi-akademi keilmuan di Andalusia. Kata Sancho kepada mereka, “Wilayah selatan yang Muslim menjadi maju dan menjadi sentrum dunia karena orang-orang di sana hormat dan dekat dengan ilmu”.

Seorang raja Kristen teguling dari tahtanya karena sakit. Ia kemudian pergi berobat dan tinggal di istana penguasa Muslim, di bawah perawatan seorang dokter Yahudi. Potret ini terjadi seribu tahun yang lalu, di zaman keemasan peradaban Islam di Andalusia.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *