Zakiah Daradjat, Pendidikan Islam, dan Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah isu krusial masyarakat modern. Integrasi kehidupan dengan teknologi berkembang sangat cepat. Banyak orang tidak bisa menghadapi pesatnya perkembangan yang terjadi. Akhirnya, orang menjadi frustasi dan kesehatan mentalnya pun terganggu.

Tokoh perempuan Islam Zakiah Daradjat punya perhatian khusus terhadap kesehatan mental. Ia mengaitkan kesehatan mental dengan pendidikan Islam. Latar pendidikan dalam bidang psikologi membuat ia lebih mementingkan pendidikan jiwa terutama tentang kesehatan mental ketimbang bidang yang lain. Pemikiran ini menjadi perbedaan yang cukup signifikan dari para pemikir pendidikan Islam yang lain.

Zakiah yakin, Islam memiliki tujuan yang jelas dan pasti, yaitu untuk membina manusia agar menjadi hamba Allah Swt yang shaleh dan shalehah dengan seluruh aspek kehidupan yang mencakup perbuatan, pikiran, dan perasaan. Maka baginya, pendidikan Islam juga mempunyai tujuan yang jelas dan tegas yakni membina manusia.

Ketentraman Batin

Zakiah percaya, pendidikan Islam seyogianya memberikan bimbingan dalam kehidupan. Pendidikan Islam membentuk kepribadian sebagai pengendali utama dalam kehidupan manusia yang harus meliputi seluruh unsur pengalaman, pendidikan, dan keyakinan yang diperoleh sejak kecil. Selain itu, pendidikan Islam juga harus menjadi penolong dalam kesukaran.

Ketenangan batin seseorang bisa membuatnya mampu menganalisa faktor-faktor penyebab kekecewaan. Pada gilirannya, orang yang tenang secara batin akan mampu menghindarkan diri dari gangguan perasaan yang merupakan efek dari kekecewaan tersebut, ia pun akan menjalani kehidupannya dengan penuh perasaan optimis.

Baca juga :  Nasihat Perampok kepada Imam Al-Ghazali

Pendidikan Islam juga harus mampu menentramkan batin. Sebab, agama akan memberikan jalan dan siraman penyejuk hati kepada batin yang resah sedikit kita mendengar orang yang kebingungan dalam hidupnya selama ini belum beragam, akan tetapi setelah mulai mengenal dan melaksanakan ajaran agama, ketentraman batin akan datang.

Pengendalian moral pun mesti ada dalam pendidikan Islam. Nilai moral dalam agama Islam sesungguhnya sudah diatur dan dijelaskan dalam bentuk perintah dan larangan Tuhan. Apa yang diperintahkan Tuhan adalah nilai yang baik dan larangan-Nya merupakan nilai yang tidak baik. Ucapan, perbuatan, dan pola hidup setiap muslim harus sesuai dengan nilai ajaran Islam tersebut.

Zakiah menegaskan bahwa dalam rangka mencari alternatif untuk menanggulangi kesusahan-kesusahan yang diderita orang dalam masyarakat modern, di tengah beraneka ragam ilmu pengetahuan kemanusiaan berkembang cepat, terutama dalam abad modern ini, pendidikan Islam seharusnya bisa menjadi terapi terhadap gangguan mental.

Lewat pendidikan Islam, seseorang mampu melaksanakan tugas-tugas yang diembannya dengan baik. Sebab, seseorang dapat melakukan suatu rencana yang sangat bergantung pada ketenangan jiwanya. Apabila jiwa gelisah, maka ia tidak akan mampu mengatasi kesukaran yang mungkin ada dalam pelaksanaan rencana tersebut.

Konsep pendidikan Islam bagi Zakiah Daradjat adalah perubahan sikap dan tingkah laku sesuai dengan petunjuk ajaran Islam, ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang terwujud dalam perbuatan, baik bagi kebutuhan diri sendiri (individu) maupun orang lain (masyarakat), bersifat teoritis dan praktis, juga berupa ajaran Islam yakni iman dan amal dalam pembentuk kepribadian yang Islami.

Baca juga :  Siti Walidah, Tokoh Perempuan Penggerak Pendidikan Indonesia

Pendidikan Islam bagi Zakiah bisa membawa manusia memiliki kepribadian kokoh dan kuat dalam menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan problema. Maka, kesehatan mental adalah kondisi untuk membawa manusia untuk mencapai tingkat rohani yang sehat mental dan sehat jiwa untuk menetramkan batin.

Pendidikan Islam dan Kesehatan Mental

Zakiah menyatakan, pendidikan Islam seharusnya bisa memberikan bimbingan dalam kehidupan, menolong dalam menghadapi kesulitan, menetramkan batin, mengendalikan moral, dan memberikan terapi terhadap kesehatan dan gangguan mental. Pada gilirannya, hal tersebut dapat mengantarkan orang dan menciptakan generasi sehat, hidup tenang, aman dan damai, cinta mencintai yang dipenuhi keadilan dan kebenaran.

Karena itu, pendidikan Islam pun dapat berperan sebagai terapi jiwa yang gelisah dan terganggu, berperan sebagai pengobatan (kuratif) untuk merawat anak yang terganggu mentalnya sehingga anak bisa menjadi sehat kembali, pencegahan (preventif) untuk menghadapi diri sendiri dan orang lain, pembinaan (konstruktif) untuk menjaga kondisi mental yang sudah baik, seperti memperkuat ingatan, frustasi, kemauan, dan kepribadian anak.

Dengan keyakinan beribadah, hidup yang dekat dengan Tuhan serta tekun dalam menjalankan perintah-Nya, kesehatan mental pasti dibina. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus dilaksanakan secara intensif dalam rumah tangga, sekolah dan masyarakat.  Pelaksanaan pendidikan Islam harur tercermin dan terjadi sekaligus dalam pengalaman, dan perilaku dan contoh dalam kehidupan di samping pengertian dan latihan tentang ajaran Islam.

Baca juga :  Rahmah el-Yunusiyah, Ikhtiar Mendidik Anak Bangsa

Konsep pendidikan Islam dan kesehatan mental serta peran pendidikan Islam dalam kesehatan mental, menurut Zakiah Daradjat, seyogiyanya dijadikan sebagai salah satu acuan bagi setiap orang untuk menjalani kehidupan masa yang serba modern, yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi.

Sebab itu, setiap orang harus dibekali iman dan takwa sebagai tanggung jawab dalam pendidikan baik di rumah tangga, di sekolah, maupun di masyarakat. Hendaknya, pendidikan Islam disertai dengan pengetahuan kesehatan mental, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak dapat hidup mandiri, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.

be the first to comment on this article

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.