Please assign a menu to the primary menu location under menu

Ulama ahli Al-Qur’an dan Tafsir KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha dalam suatu pengajian yang diadakan oleh Universitas Gadjah Madah (UGM) pernah menjelaskan argumentasi  alasan mengapa sebagian kiai yang sholeh harus ada yang berpolitik.

Berikut penjelasan Gus Baha:

Andaikan tidak orang Islam yang cakap politik, terutama yang sholeh-sholeh, kemudian negara bikin aturan ala ‘mereka’; sholat dan pengajian dianggap larangan, juga repot..!!

Makanya mulai dulu, kiai-kiai (ikut) politik, karena tidak ingin negara ini diatur oleh orang yang anti shalat dan anti agama.

Karena kalau negara terserah orang yang sedang menjabat, kemudian orang yang jabat tidak sholeh, maka bisa menganggap maksiat-maksiat tidak ilegal, yang pengajian justru ilegal.

Di sini kenapa banyak orang sholeh-orang dulu rata-rata berpolitik, mulai sebelum kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan.

Jadi, itu ada filosofinya. Nah, bahwa ada oknum-oknum yang tidak seperti itu ya monggo, itu oknum.

Tapi, sebetulnya awal-awal kenapa banyak orang sholeh berpolitik karena tidak ingin negara ini dipimpin oleh orang-orang yang anti agama dan anti kebaikan.

Sehingga berkahnya apa? Berkahnya negara ini berkonstitusi secara islami, meskipun tidak negara Islam tapi hak-hak asasi manusia terjaga, hal belajar, hak beragama, hak ibadah.

Coba bayangkan kalau kita menjadi Korut (Korea Utara), kan pusing..!!

Link Sumber Video:
Gus Baha – Kiai Politik” (mulai menit 27:45)

Leave a Response