Please assign a menu to the primary menu location under menu

Ulama ahli Qur’an dan Tafsir asal Kab Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang dikenal dengan Gus Baha dalam suatu majelis ngaji kitab pernah menceritakan dirinya didebat oleh pengikut kaum liberal tentang pernyataan “semua agama sama di depan Tuhan”.

Berikut keterangan dari Gus Baha:

Ilmu saya tidak mbulet (rumit), sebab ada (dalil) Qur’annya. Yang rumit itu ilmunya sampean, baca di koran lalu buat memaknai Qur’an. Itu yang musibah!

Baca di buku, tapi pengarangnya tidak jelas. Gus bukan, kiai bukan, tapi tertulis “KH” (Kiai Haji). Saya juga tidak tahu..

Artinya kan kiai tidak mesti alim, tapi harus kamu hormati karena kiai itu orang sholeh. Tapi, kalau langsung berfatwa kan ngeri.

Masak fatwa dalil liberal bahwa “semua agama sama di depan Tuhan”, sesuai ayat:

(Qur’an Surat Al-Maidah, Ayat 69)

Waduh ngeri tenan (banget)!

Saya pernah ketemu sama penggemar penulis buku itu. Dia janggal sama saya: “Kenapa orang sehafal Gus Baha kok tidak tahu ayat itu. Bahwa di Qur’an pernah ada tiga agama disejajarkan”

Dia tanya saya, “Pak Baha, sampean kan orang yang hafal Qur’an, kenapa tidak tahu ayat itu?”

Bukankah (pertanyaan) itu kurang ajar…?!

Saya jawab, “Malah yang menulis (buku itu) tidak hafal ayat lainnya.”

Lalu saya terangkan, di akhir akhir Al-Baqarah itu ada ayat:

“Kalau mereka iman seperti imannya umat Islam…”

Tapi, hal semacam itu (ditanya dengan pertanyaan aneh-aneh) sudah biasa.

Saya itu sangat-sangat risau, ada buku liberal dan itu ada yang menganut buku tersebut. Dikarang intelektual muslim, yang mengatakan “semua agama itu sama” gara-gara salah memaknai ayat:

Link Ngaji Versi Video:

Gus Baha – Ditanya Semua Agama Itu Sama (1)

Gus Baha – Ditanya Semua Agama Itu Sama (2)

Ingin menyimak GUS BAHA lebih banyak lagi dengan translate BAHASA INDONESIA?

Silakan klik >> DAFTAR KOLEKSI NGAJI GUS BAHA

Leave a Response