Palestina selama ini disebut sebagai ‘Bumi Para Nabi’ sebab kenyataannya memang ada banyak nabi yang mempunyai sejarah hidup di sana. Tidak sedikit pula para nabi yang dimakamkan di wilayah yang memiliki situs suci, yakni Masjid Al-Aqsa.

Berikut ini 10 nabi yang mempunyai sejarah hidup di bumi Palestina, sebagaimana dikutip dari situs kasihpalestina.com.

Nabi Ibrahim as, Bapak dari para Nabi, mengalami banyak mukjizat dan ujian semasa hidupnya, yang kemudian membawa Nabi Ibrahim lebih dekat kepada Allah swt. Setiap tahun, Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha, untuk mengingat ketundukan sang nabi pada Allah.

Nabi Ibrahim banyak menghabiskan waktu di Palestina bersama keluarganya. Makamnya terletak di Masjid Al-Khalil di Hebron, Tepi Barat, di mana dirinya makamkan bersama sang istri, Sarah.

Di sebelah barat Hebron terdapat pohon Ek, yang disebut “Oak of Ibrahim”, dan merupakan situs legendaris, tempat Nabi Ibrahim as memasang tendanya selama perjalanan. Pohon ini diperkirakan berusia 5.000 tahun.

Dikarenakan signifikansi bersejarah dari situs ini, lembaga warisan dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui kota tua Hebron sebagai situs warisan dunia Palestina.

2. Nabi Muhammad

Wahyu agama terakhir disampaikan melalui Nabi Muhammad saw, nabi dan rasul terakhir. Di dalam kawasan Muslim Kota Tua Yerusalem terletak Al-Haram Al-Sharif, atau Suaka Mulia.

Kompleks 35 hektar ini terdiri dari situs suci ke tiga Islam setelah Mekah dan Madinah di Arab Saudi; Masjid Al-Aqsha. Masjid tersebut dikenal sebagai tempat singgah Nabi Muhammad saw selama Isra Mikraj.

Masjid Al-Aqsha adalah situs, di mana Nabi Muhammad – selama Isra Mikraj – memimpin salat untuk semua nabi.
Situs ini merupakan tujuan penting yang memegang arti besar bagi Muslim di seluruh dunia.

Kisah Nabi Yusuf as di dalam Alquran secara luas dianggap sebagai salah satu surat yang paling indah. Nabi Yusuf lahir di Yerusalem (Alquran) dan merupakan salah satu putra tersayang Nabi Yakub as. Beliau menjadi salah satu pria yang paling dihormati dalam sejarah Islam.

Terdapat sumber bernama “Jubb Yussef” terletak di Galilee, yang dianggap sebagai sumur di mana Nabi Yusuf dilemparkan ke dalamnya oleh saudara-saudara lelaki sang nabi. Beliau diperkirakan menjadi yang terakhir dimakamkan di Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat.

Nabi Yaqub as lahir di Palestina, dan merupakan putra dari Nabi Ishaq as. Ia dikenal karena mengikuti jalan ayah dan kakeknya, menyebarkan pesan ketauhidan, dan menasihatkan kepada para pengikutnya untuk berdoa dan bersedekah.

Selama hidupnya, Nabi Yaqub bepergian ke utara Iraq, kembali ke Palestina, dan akhirnya menetap di Mesir di mana dirinya meninggal dunia. Beliau dimakamkan di Hebron, Palestina, bersama sang ayah, berdasarkan permintaan terakhirnya.

Makam Nabi Yaqub berlokasi di dalam Masjid Ibrahimi, yang juga dikenal dengan “Gua Patriarki”. Masjid itu berisi makam Nabi Ibrahim as, putranya Nabi Ishaq as, putranya Nabi Yaqub as, dan putranya Nabi Yusuf as.

5. Nabi Luth

Nabi Luth as adalah keponakan laki-laki dari pihak ayah, dari Nabi Ibrahim as. Beliau diperintahkan oleh Allah swt untuk menyebarkan pesan Islam kepada kaum Sodom dan Gomorrah.

Hal ini dinyatakan dalam Alquran bahwa kaum tersebut sesudahnya dihancurkan setelah mereka melalaikan peringatan, dan Nabi Luth bersama keluarganya selamat kecuali istrinya.

Diyakini bahwa kaum tersebut tinggal di tempat yang sekarang disebut Laut Mati, sebuah danau garam yang terletak antara Tepi Barat dan Yordania.

Bani Na’im adalah kota di Palestina yang terletak di bagian selatan Hebron, Tepi Barat. Di sanalah lokasi makam Nabi Luth. Selain itu, makam putri-putrinya dapat ditemukan di sebuah bukit di sekitarnya.

Nabi Sulaiman as adalah putra termuda dari Nabi Dawud as. Ia lahir di Yerusalem. Allah swt memberkahinya dengan banyak mukjizat, termasuk kemampuan berbicara dengan hewan dan mengontrol jin.

Selama 30 tahun pemerintahannya atas Palestina setelah kepergian ayahnya, Nabi Dawud as, beliau memerintahkan jin-jinnya untuk memperbaiki Masjid Al-Aqsha, yang berlokasi di Kota Tua Yerusalem.

Disebutkan bahwa beberapa dinding dan dua pilar yang dibangun oleh jin dari Nabi Sulaiman masih bisa dilihat di bagian bawah tanah masjid.

Makam Nabi Sulaiman masih bisa ditemukan di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha, dan dikatakan sebagai tempat di mana ia meninggal dunia sambil bersandar pada tongkatnya.

Nabi Ishaq as adalah putra kedua dari Nabi Ibrahim as, sebuah hadiah yang menakjubkan dari Allah swt. Nabi Ishaq dianggap sebagai nabi yang penting di dalam Islam, yang melanjutkan penyeberan pesan Allah swt setelah kepergian ayahnya, Nabi Ibrahim as.

Di Masjid Al-Haram Al-Ibrahimi di Perbukitan Hebron dan lingkungan di bawah tanahnya, terdapat makam Nabi Ishaq dan dianggap sebagai salah satu situs paling religius dalam Islam.

Nabi Musa as dikirim oleh Allah swt kepada Firaun Mesir dan Bani Israil untuk bimbingan. Nabi Musa memegang tempat khusus di dalam Islam, dengan kitab suci Taurat yang telah diturunkan kepadanya. Nabi Musa sering kali disebut, lebih banyak dibandingkan nabi-nabi lain dalam Alquran.

Makam Nabi Musa berlokasi di selatan Jericho, Tepi Barat. Menurut tradisi, Sultan Salahhudin Ayyubi bermimpi bahwa Nabi Musa dimakamkan di sana, dan memiliki masjid yang dibangun di situs ini untuk menghormatinya. Makam tersebut adalah salah satu kompleks arsitektur religius paling besar di Palestina.

Dengan sebagian besar cendekiawan yang menyebut tentang Bethlehem, di wilayah yang hari ini disebut dengan Tepi Barat, sebagai tempat kelahiran Nabi Isa as. Ia menghabiskan hidupnya di Palestina, menyebarkan pesan Allah swt.

Nabi Isa dilimpahi dengan banyak mukjizat, mampu menyembuhkan orang yang sakit dan menghidupkan kembali orang yang telah meninggal dunia.

Kebanyakan cendekiawan meyakini bahwa Gereja Kelahiran di Tepi Barat, dibangun di atas tempat kelahiran Nabi Isa. Sebuah balok batu di dalam gereja menandai titik dari pohon palem, di mana ibunya (Maryam) gemetar kesakitan selama persalinan. Bukit Zaitun di Al-Quds (Yerusalem) dikatakan sebagai situs, di mana Nabi Isa as naik ke surga.

Nabi Dawud as memimpin Palestina selama 40 tahun, 7 tahun di Hebron dan 33 tahun di Al-Quds. Nabi Dawud dikenal karena kebijaksanaan, kekuatan, dan pengabdian kepada Allah swt.

Pengaruh Nabi Dawud di sana dianggap sangatlah penting terhadap arsiktektur keagamaan di Al-Quds.

Topik Terkait: #internasional#Palestina

Leave a Response