IQRA.ID, Jombang – K.H. Abdul Wahab Hasbullah tidak hanya dikenal sebagai tokoh cendekiawan muslim yang memiliki ilmu mumpuni di bidang keagamaan Islam, tetapi juga pelopor kebebasan berpikir dan peletak dasar pendidikan modern di tanah air. Untuk itu, institusi pendidikan di tanah air hendaknya dapat terus meneladani dan menggelorakan semangat K.H. Abdul Wahab Hasbullah dalam membangun pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Gelora yang membara dan semangat yang terpancar dari cita-cita K.H. A. Wahab Hasbullah harus tetap dirawat dan ditumbuhkembangkan, melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi yang relevan dengan zaman, serta kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun di tingkat global,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat meresmikan Gedung Baru Universitas K.H. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) di Jl. Garuda No. 09, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (04/06/2022).

Menurut Wapres, semasa hidupnya Kiai Wahab telah memikirkan bagaimana institusi pendidikan dan kurikulum harus dipersiapkan secara tepat, sehingga menjadi arena yang kondusif bagi terbangunnya SDM yang memiliki semangat dialektika dan pola pikir kritis, sekaligus nasionalis.

Lebih dari itu, Wapres menuturkan bahwa Kiai Wahab juga merupakan seorang ulama besar yang melontarkan pentingnya kebebasan dalam berpikir dan berpendapat, hingga membentuk kelompok diskusi Tashwirul Afkar. Kelompok diskusi yang juga diikuti oleh beberapa ulama besar lainnya, seperti K.H. Ahmad Surkati (pendiri Al-Irsyad), K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan K.H. Mas Mansyur.

“Kita patut berterima kasih kepada K.H. A. Wahab Hasbullah yang telah membuka pintu lebar-lebar bagi semua kalangan untuk dapat mengenyam pendidikan,” ujarnya, sebagaimana siaran pers yang diterima oleh Redaksi Iqra.id.

Lebih jauh, Wapres mengungkapkan bahwa banyak pemikiran Kiai Wahab yang dituangkan dalam surat kabar yang dirilisnya yakni “Soeara Nahdlatul Oelama”. Bahkan hingga kini gagasannya pun masih dapat disaksikan jejaknya.

“Utamanya, beliau menekankan pentingnya persatuan dan kebangsaan, yang kemudian diwujudkan dengan pendirian Nahdlatul Wathan dan Syubbanul Wathan, sebagai cikal bakal Nahdlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, menurut Wapres, Kiai Wahab merupakan tokoh yang begitu cinta tanah air. Bahkan, ia menciptakan lagu mars NU “Yaa Lal Wathon” yang isinya menekankan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman.

“Bahkan dalam syairnya terdapat kalimat ‘siapa datang mengancammu, kan binasa di bawah durimu’, yang artinya Kiai Wahab sudah menyandangkan siapa pun yang akan merusak NKRI maka akan berhadapan dengan umat Islam Ahlussunah wal jamaah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, K.H. Abdul Wahab Hasbullah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 7 November 2014 oleh Presiden Joko Widodo. Kiai Wahab atau Mbah Wahab biasa ia disapa, adalah salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang.

Kiai Wahab juga merupakan salah satu pelopor dalam membuka diskusi antar ulama, baik dari lingkungan NU, Muhammadiyah, hingga organisasi Islam lainnya. Ia pun aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia khususnya di masa penjajahan Jepang. Kini, nama K.H. Wahab Hasbullah diabadikan sebagai nama universitas NU di Jombang. (EP/SK-BPMI, Setwapres/MZN)

Leave a Response