Please assign a menu to the primary menu location under menu

Ulama ahli Al-Qur’an dan Tafsir asal Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha dalam suatu majelis pengajian pernah ditanya orang tentang maksud Nabi Muhammad sebagai ummi (الأُمِّى), yang mana ada sebagian orang berkata, “Masak Nabi kok tidak bisa membaca dan menulis?”

Berikut jawaban dari Gus Baha:

Jadi tradisi ulama sama masyarakat itu memang beda. Kalau Nabi dikatakan tidak tahu dalam konteks tertentu itu malah madh (مدح), artinya memuji.

Hal ini karena tadi, syarat Nabi itu harus ummi (أمي), ummi itu kan keibu-ibuan. Jadi, kalau Nabi tahu (bisa membaca dan menulis), nanti seakan-akan beliau dikawal oleh ilmunya, padahal Nabi itu dikawal oleh nubuwwah (نبوة) atau  kenabian.

Ini bedanya Nabi sama tidak Nabi. Kanjeng Nabi dalam Al-Qur’an biasa diwahyukan Allah:

Maâ kunta tadrî mal kitâbu walal îmân. (Q.S. Asy-Syura: 52)

Artinya, “Kamu tidak tahu apa itu kitab.”

Tapi, itu sifat madh (مدح), artinya memuji. Kenapa itu pujian? Karena Nabi kalau sudah tahu urusan sesuatu nanti jadi ilmu tandingan menandingi wahyu.

Mungkin netizen itu, mohon maaf, bukannya mengkritik (Nabi), mungkin mereka tidak paham tradisi ulama (tentang penjelasan sifat Ummi pada diri Nabi).

Jadi, kalau ulama bilang, “Nabi itu tidak tahu”, itu bukan sifat dzamm (ذم) celaan, tapi sifat madh (مدح), pujian.

Di Al-Qur’an banyak mâ kunta tadrî mal kitâbu walal îmân. Makanya Nabi ketika disuruh untuk membaca (oleh Malaikat Jibril), “Iqra’ Ya Muhammad” (إقرأ يا محمد), jawaban Nabi bagaimana? “Saya tdak bisa membaca.”

Tapi, itu bukan sifat buruk, justru bagus! Kalau Nabi bisa membaca, ilmu Nabi nanti dikira belajar dari buku-buku: “Beliau jadi Nabi, wah itu memang bacanya banyak!”

Clear (jelas) ini ya! Supaya tidak salah paham. Jadi, dikatakan kalau Nabi tidak tahu itu berarti bagus, madh (pujian). Tidak bisa membaca berarti madh (pujian).

Tapi, kalau kamu tidak bisa membaca berarti bodoh sekali..!!

Itu jelas, tahu semua kan? Ketika Nabi disuruh baca bilang apa? “Saya tidak bisa baca”. Itu bagus, karena semuanya agar berasal dari wahyu!

Sumber video pengajian:
Gus Baha – Sifat Ummi pada Nabi

Leave a Response